"Total pelaku ada 5 orang, tetapi yang baru tertangkap baru 4 orang. Satu pelaku lainnya yaitu pembantu rumah tangga di rumah korban masih kita cari," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Didik Sugiarto kepada detikcom, Selasa (1/12/2015).
Keempat pelaku yang berhasil dibekuk yakni JT alias B, AR alias S, RZ alias S dan AL alias S. Sementara perempuan berinisial A alias Wiwik yang berpura-pura menjadi pembantunya masih dikejar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JT ini adalah otaknya. Dia yang merencanakan termasuk mengajak kekasihnya, A untuk ikut dalam aksi perampokan ini," ujar Didik.
Modus operandi yang dilakukan komplotan ini dengan menyusupkan tersangka Wiwik ke sebuah agen penyalur rumah tangga. Wiwik kemudian diterima dan dipekerjakan di rumah korban di Perumahan Kebon Jeruk, Kebon Jeruk, Jakbar.
"Sebelum terjadi perampokan, tersangka Wiwik ini sudah bekerja selama satu minggu di rumah korban. Wiwik disalurkan oleh agen penyalur, tetapi agen ini tidak terlibat karena dia tidak mengetahui," pungkasnya.
Dari para tersangka, polisi menyita 1 unit laptop Apple dan 1 unit tablet Samsung serta satu kotak perhiasan imitasi milik korban, 1 unit mobil Daihatsu Luxio dan obeng yang digunakan sebagai alat kejahatan. Para pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
Kawanan perampok ini beraksi di Perumahan Kebon Jeruk, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (26/11) sore lalu. Para pelaku masuk ke dalam rumah atas bantuan tersangka Wiwik sambil menodong pembantu di rumah korban yang sudah lama bekerja.
Pembantu itu diikat tangannya lalu disekap. Para pelaku lalu mengobrak-abrik kamar utama korban dan mengambil sekotak perhiasan imitasi. Tadinya mereka mau mengambil brankas, namun karena susah dibuka, mereka hanya mengambil laptop Apple dan tablet Samsung serta kotak perhiasan imitasi.
(mei/dhn)











































