"Tidak pernah, zaman Soeharto juga tidak pernah terjadi (negosiasi) diatur oleh Ketua DPR. Yang mau diperasnya perusahaan yang investasinya terbesar di Indonesia, ini semua tertinggi. Jadi skandal tertinggi juga jadinya kan, kalau terjadi," kata JK saat berpidato membuka Economic Outlook di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015). Acara ini dihadiri oleh pejabat dan pelaku bisnis.
Menurut JK, skandal pemerasan Ketua DPR ke PT Freeport bisa saja terjadi jika Mahkamah Kehormatan DPR tak memproses laporan Menteri ESDM Sudirman Said. Dua pekan lalu MKD menerima laporan Menteri ESDM Sudirman Said yang mengadukan Ketua DPR Novanto karena dianggap melanggar kode etik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK pun menyayangkan bahwa upaya 'menghambat' MKD memproses Novanto justru datan dari kader Partai Golongan Karya yang pernah dia pimpin.
"Saya jamin Golkar akan tetap mengatakan Suara Rakyat, Suara Golkar. Jadi kalau Golkar menghentikan ini (kasus Novanto), berhenti pakai Suara Rakyat, Suara Golkar," tutup JK.
Ketua DPR Setya Novanto dalam berbagai kesempatan sudah membantah menggunakan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK untuk meminta jatah saham ke PT Freeport. "Saya meyakini bahwa saya tidak pernah pakai nama Presiden karena saya berhubungan selama ini secara baik, sesuai tugas masing-masing dan selalu menjaga martabat kedua belah pihak," kata Novanto kepada detikcom, 17 November 2015.
(erd/nrl)











































