Di Paviliun Indonesia, Jokowi Diberi Spanduk Save Forest

Laporan dari Paris

Di Paviliun Indonesia, Jokowi Diberi Spanduk Save Forest

Mega Putra Ratya - detikNews
Selasa, 01 Des 2015 15:18 WIB
Di Paviliun Indonesia, Jokowi Diberi Spanduk Save Forest
Presiden Jokowi menerima spanduk Save Forest di sela COP 21 Paris, Prancis (Foto: Mega Putra Ratya/Detikcom)
Paris - Di sela-sela kegiatannya menghadiri Conference of Parties (COP) 21 atau KTT perubahan iklim di Paris, Prancis, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk singgah di Paviliun Indonesia. Jokowi menerima sebuah spanduk berisi pesan agar terus menjaga hutan dan lahan gambut.

Pantauan detikcom, Senin (1/11/2015), Jokowi meninjau paviliun setelah menyampaikan pernyataan sikap Indonesia terhadap perubahan iklim dunia.

Jokowi didampingi oleh Menlu Retno Marsudi, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat Jokowi memasuki paviliun, diskusi tentang antar umat beragama tengah berlangsung. Dialog dipimpin oleh mantan Menlu Hasan Wirajuda. Hadir sebagai pembicara di antaranya putri Gus Dur, Yenny Wahid dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin.

Namun Jokowi sepertinya tidak ingin mengganggu jalannya diskusi. Jokowi kemudian keluar ruangan dan berbincang dengan para delegasi.

Presiden Jokowi berkunjung ke Paviliun Indonesia di sela COP21 di Paris, Prancis. Foto: Mega Putra Ratya/detikcom


Saat tengah berbincang, Jokowi mendapatkan spanduk bertulis "Dear Mr. President, Save Forest and Peatland 253.800 Hektare. Regard Greenpeace". Spanduk berukuran 1 x 1,5 meter ini merupakan dukungan agar pemerintah terus menjaga lesetarian hutan.

Setelah itu Jokowi kembali ke ruangan dan bersalaman dengan para narasumber dalam dialog. Din Syamsuddin mengungkapkan apresiasinya atas pidato kenegaraan yang diberikan Jokowi.

"Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia," kata Din.

Bilateral RI, Norwegia dan Peru

Usai dari paviliun Indonesia Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan PM Norwegia Erna Solberg. Presiden Jokowi dan PM Solberg sepakat meningkatkan kerjasama dalam konteks REDD+.

"Indonesia berkomitmen menurunkan emisi sebesar 29% dibawah business as usual pada tahun 2030 dan 41% dengan bantuan internasional," ujar Presiden Jokowi.

PM Solberg menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden Jokowi menerima tawaran menjadi Co-Convener Financing For Education. "Tentunya bukan pekerjaan yang mudah. Tapi kami percaya dengan pengalaman yang dihadapi Indonesia selama ini," ujar PM Solberg.

Presiden Jokowi menyampaikan perlunya kerjasama yang erat dalam resolusi konflik dalam konteks Oslo Forum. "Indonesia  mempertimbangkan secara positif menjadi tuan rumah Oslo Forum Asia di tahun 2016," imbuhnya.

Oslo Forum adalah jaringan mediator perdamaian dunia yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kementerian Luar Negeri Norwegia dan Humanatarian Dialog Center (HDC).

Presiden Jokowi dan PM Solberg sepakat juga untuk meneruskan kerjasama di bidang perikanan dengan prioritas pada combating Illegal Unreported Unregulated Fishing, pengembangan industri perikanan dan pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Sementara itu, bersama Presiden Peru Ollanta Moises Humala Tasso, Presiden Jokowi membicarakan masalah kerjasama APEC 2016 yang akan digelar di Peru. Jokowi mengatakan bahwa Indonesia sangat mendukung tema yang diusung Peru di APEC yakni "Human Development and Quality Growth".

Di bidang kerjasama  ekonomi bilateral, Presiden berharap terjadi peningkatan nilai perdagangan dan investasi. Selama ini nilai perdangan antara kedua negara sebesar USD 230,25 juta di tahun 2013 dan meningkat menjadi USD 277,23 juta pada tahun 2014.

Untuk mendukung peningkatan perdagangan tersebut, Presiden Tasso mengatakan Peru akan membuka kantor dagang di Indonesia.

(ega/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads