"Untuk sekarang baru ada empat ATM yang memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas supaya bisa akses ke ATM," ujar Khofifah di kantornya, jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, (01/12/2015).
Keempat ATM layanan wicara itu adalah ATM Mandiri, BCA, BRI, dan BNI. Menurut Sosialisator Mesin ATM BCA, Eka Suliatyawati, untuk para penyandang disabilitas yang akan menggunakan headset bisa menggunakan headset yang disediakan untuk mendengarkan instruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layanan ATM ini baru bisa menarik tunai dengan jumlah minimal Rp 100 ribu hingga Rp 1.250.000 dengan pecahan 50 ribu. Nominal yang bisa ditarik baru pecahan genap seperti 100 ribu, 200 ribu, 300 ribu, 500 ribu.
Beberapa penyandang disabilitas antusias mencoba ATM yang tersedia, misalnya Suparwi (46). Ia mengatakan bahwa layanan ini masih perlu ditingkatkan lagi karena hanya bisa menarik tunai dan belum bisa melakukan pembayaran.
"Misalnya tidak bisa melakukan pembayaran telepon, listrik, jadi masih perlu dilakukan peningkatan pelayanan, tapi suara instruksinya bisa dipahami dengan mudah," ujar Suparwi.
Khofifah dalam Gebyar Karya Penyandang Disabilitas ini memberikan alat bantu kesehatan untuk beberapa penyandang disabilitas seperti tongkat dan alat bantu dengar. Ia juga mencoba ATM layanan wicara ini.
Khofifah juga akan meresmikan ATM ini di Istana Merdeka bersama Presiden Jokowi pada 3 Desember mendatang dalam rangka hari disabilitas internasional. Dengan adanya kemtiraan dengan lembaga perbankan seperti Mandiri, BRI, BCA, BNI, BI, dan OJK ia berharap supaya kemitraan tersebut bisa membuat penyandang disabilitas setara.
(khf/kff)











































