Bantah Keroyok Polisi di Tangerang, Pendemo Asal Papua Mengaku Diintimidasi

Bantah Keroyok Polisi di Tangerang, Pendemo Asal Papua Mengaku Diintimidasi

Herianto Batubara - detikNews
Selasa, 01 Des 2015 11:29 WIB
Bantah Keroyok Polisi di Tangerang, Pendemo Asal Papua Mengaku Diintimidasi
Pendemo asal Papua diamankan polisi (Foto: istimewa)
Jakarta - Kelompok massa asal Papua membantah telah mengeroyok polisi di Tangerang. Mereka mengaku diintimidasi polisi dan dihalang-halangi untuk mengadakan demonstrasi di Bundaran HI.

"Pemukulan itu sama sekali tidak benar. Itu kerjaan intel. Polisi memang sengaja menghadang-hadang, enggak pengen aksi ini jadi," kata pengacara publik LBH Jakarta Veronica Koman yang melakukan pendampingan massa ini saat dihubungi detikcom lewat telepon, Selasa (1/12/2015).

Dijelaskan Veronica, 20 massa Papua yang ditangkap polisi di pintu keluar Tol Senayan, Jakarta Pusat, itu hendak berangkat mengikuti aksi demonstrasi damai di Bundaran HI. Dia membantah ada massa yang melakukan kekerasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi enggak benar itu (mengeroyok polisi). Orang-orang ini sudah sepakat ini aksi damai. Orang Papua cinta damai," jelas Veronica menegaskan.

Menurut Veronica, rencananya ada sekitar 500 massa yang akan berkumpul di Bundaran HI. Dari sana mereka akan menggelar long march ke Istana Negara. "Setiap 1 Desember semenjak tahun 1961 rakyat Papua merayakan Hari Ekspresi Identitas Papua," imbuh Veronica.

"Tapi karena dihadang dimana-mana, ini di Bundaran HI ada sekitar 300 orang saja dan ini sepertinya akan dibubarkan paksa oleh polisi. Padahal ini izinnya (demonstrasi) sudah kami kirim," sambungnya. (hri/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads