Bahas Sistem Peradilan, 14 Negara Ikut Kursus Singkat di MK

Bahas Sistem Peradilan, 14 Negara Ikut Kursus Singkat di MK

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 01 Des 2015 10:54 WIB
Bahas Sistem Peradilan, 14 Negara Ikut Kursus Singkat di MK
Peserta kursus singkat berfoto di depan Gedung MK, Jakpus, Selasa (1/12/2015). Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini menyelenggarakan kursus singkat (short course) bagi 14 negara asosiasi konstitusi. Ke-14 negara yang jadi peserta, berasal dari berbagai benua, seperti Asia, Afrika, dan Eropa.

Ketua MK Arief Hidayat saat membuka kursus singkat bertema 'Penanganan Perkara Konstitusi Indonesia', mengatakan acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja MK di berbagai negara.

"Kegiatan ini bukan saja kegiatan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia melainkan menjadi agenda resmi dari MK sejenis se-Asia," kata Arief Hidayat dalam acara pembukaan Short Course International di Aula Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (1/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kegiatan ini membawa sekurang-kurangnya dua kepentingan. Pertama memperkenalkan MK RI sebagai peradilan konstitusi dan kewenangannya. Kedua juga sebagai tempat diskusi terutama mengenai bagaimana menjalankan peradilan dan juga menunjukkan komitmen kita bersama untuk saling sharing," lanjutnya.

Arief menambahkan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bukti komitmennya selama menjabat sebagai Presiden Asosiasi Mahkamah Konstitusi Internasional. Menurut Arief, asosiasi ini terbentuk untuk bertujuan sebagai membangun kerja sama diantara para anggota.

"Salah satu tujuan asosiasi adalah membangun kerja sama diantara anggota dan bertukar pengalaman diantara anggota asosiasi. Pertukaran informasi ini bukan hanya dilakukan oleh hakim namun juga oleh seluruh masyarakat di seluruh Asia," jelasnya.

Sebanyak 33 peserta dari 14 negara hadir dalam acara short course ini. Negara yang hadir di antaranya Afghanistan, Azerbaijan, Algeria, Filipina, Indonesia, Kazakhstan, Rusia, Korea Selatan, Turki, Malaysia, Thailand, Mongolia, Timor Leste, dan Myanmar.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, short course resmi dibuka. Saya harap Anda semua bisa mengikuti dengan baik," katanya. (yds/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads