Kasus pemukulan ini adalah kasus kesekian kalinya tentang IPDN. Heboh sekolah calon birokrat dan aparatur sipil pemerintahan itu semoga saja segera selesai. Jangan ada lagi IPDN yang membuat gaduh.
"Aya-aya deui (ada-ada lagi). Dikira dah cageur (dikira sudah benar). Kita sesalkan," ucap Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (30/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Revolusi seperti apa? Revolusi praja IPDN yang ramah dan mudah senyum. Tak perlu berpakaian ketat atau rambut cepak untuk menunjukkan kedisiplinan dan tangguh. Sebagai birokrat yang melayani masyarakat, yang dibutuhkan adalah sikap melayani, cepat, dan tanggap bila ada masyarakat yang butuh bantuan.
Ingat tugas utama birokrat melayani masyarakat bukan menyenangkan atasan. Jadi kiranya, kampus humanis yang dekat dengan rakyat harus lekat dengan sosok birokrat dan aparatur negara. Kampus yang terbuka tempat para praja mendapatkan ilmu bagaimana melayani rakyat yang baik, bukan hanya menservis atasan.
Lalu apa mungkin itu revolusi yang akan digulirkan Ermaya? (dra/dra)











































