"Kami ambil sampel satu kantong keresek ikan yang mati dan air lautnya untuk dicek di laboratorium Dinas Perikanan. Kalau Dinas Perikanan (Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan, -red) tidak bisa kita cek di balai karantina," ujar Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya Kompo Edi Guritno kepada detikcom, Senin (40/11/2015).
Edi mengatakan, sebelum ikan-ikan ditemukan mati, dua hari sebelumnya warna air laut berubah. "Menurut warga, warna lautnya ada yang sebagian biru, sebagian coklat seperti terpisah," imbuh dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tadinya kemarau kemudian musim hujan sungai jadi banyak airnya, karena banyak sampah dan limbah airnya terbuang ke laut," imbuhnya.
Sejak pagi hingga sore tadi, petugas dari Ditpolair Polda Metro dan pengelola Ancol membersihkan ikan mati tersebut. Sebagian ikan yang masih mengambang di pinggir laut diciduk dengan jaring. (mei/bag)











































