"Target presiden, wajah perbatasan harus 100 persen lebih baik dari negara tetangga," kata Tjahjo saat memberi sambutan dalam Rakor Pengelolaan Perbatasan tahun 2015 di Hotel Grand Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakpus, Senin (30/11/2015).
Tjahjo sendiri merupakan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan dan Tjahjo memiliki agenda untuk meninjau daerah-daerah perbatasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenhub mau bantu lampunya biar malam pesawat hercules bisa. Kedua, pembangunan Pelabuhan Sebatik dan Nunukam. Untuk Entikong, kesiapan PU sudah, TNI sudah siap bangun jalan, hanya tower untuk kominfo harus ditentukan. Terakhir kami ke Sekou. Di merauke kami sudah menyelesaikan peresmian dua koramil di perbatasan, jadi secara keseluruhan Sabang-Merauke, semua sudah bisa diterbangi," lanjut politisi PDIP itu.
Menurut Tjahjo, hingga akhir 2015 ini masih ada 187 yang perlu dioptimalkan. Sebanyak 38 kecamatan yang belum memiliki puskesmas. Ia pun meminta agar menteri kesehatan mengalokasikan dana supaya dibangun rumah sakit kecil.
"Ada RS kecil, khususnya RS rujukan di tiap kabupaten," tukas mendagri.
Meski belum sempurna, Tjahjo menyebut di pulau-pulau terdepan sudah ada ikon yang menunjukkan identitas Indonesia. "Ada beberapa pembangunan patung garuda di perbatasan terluar. Saya sudah resmikan patung garuda dan patung Yesus di Wasior di Papua Barat. Menghadap ke Filipina," ujarnya.
Lantas bagaimana kelanjutan mengenai konflik-konflik perbatasan dengan negara-negara tetangga?
"Perbatasan memang masih belum selesai. Baru di Papua Nugini, tapi patok-patok juga masih belum selesai," jawab Tjahjo mengakhiri. (elz/try)











































