Taufik Kurniawan: Ubah Paradigma Pilkada, Jangan Percaya Janji Surga

Jelang Pilkada Serentak

Taufik Kurniawan: Ubah Paradigma Pilkada, Jangan Percaya Janji Surga

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 30 Nov 2015 12:39 WIB
Taufik Kurniawan: Ubah Paradigma Pilkada, Jangan Percaya Janji Surga
Foto: DPR RI
Jakarta - Tak lama lagi rakyat Indonesia bakal mengikuti pesta demokrasi Pilkada serentak. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengingatkan masyarakat jangan sampai salah pilih pemimpin yang hanya memberi janji-janji retorika.

"Seorang pemimpin daerah yang dipilih oleh rakyat harus bisa mengayomi, harus jadi pelayan masyarakat, membangun daerah, membuka komunikasi, dan tanpa pragmatisme politik serta janji-janji bersifat retorika," kata Taufik, melalui siaran pers, Senin (30/11/2015).

Taufik menyampaikan hal tersebut ke masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam rangkaian kampanye jelang Pilkada serentak. Taufik juga berharap semua pihak terkait menjamin kesuksesan Pilkada serentak pertama kali ini. Dia juga berharap Pilkada serentak dapat mengubah paradigma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita berharap di pilkada serentak pertama kalinya nanti, ada proses perubahan paradigma secara alamiah, pilkada serentak harapannya mencari pemimpin, bukan pengauasa. Pemimpin itu siap menerima amanah," kata Taufik yang juga Waketum PAN ini.

Di tengah safari politik ke beberapa daerah itu, Taufik sempat mengunjungi daerah pemilihannya di Banyumas. Tepatnya Wakil Ketua DPR bidang Ekonomi dan Keuangan itu mengunjungi Kebumen, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.

"Saya ke tokoh-tokoh masyarakat, ke kelompok-kelompok masyarakat kecil yang tidak terstruktuf formal. Masyarakat saya kumpulkan on the spot untuk menyerap aspirasi," kata Taufik.

Dalam rangkaian kegiatan di wilayah selatan Jawa Tengah, Taufik diundang oleh kepala desa Purwonegoro. Desa tersebut terletak di Banjarnegara, Jawa Tengah. Taufik diundang untuk mengikuti tasyakuran hasil bumi dan perayaan keberhasilan Desa Purwonegoro swasembada pangan.

Acara tasyakuran tersebut digelar di sebuah lapangan sepak bola. Ribuan masyarakat hadir. Acara berlangsung meriah dengan pemotongan puluhan tumpeng yang dibawa masyarakat, aneka makanan tradisional Banjarnegara, tari-tarian tradisional, serta wayang kulit.

"Keguyuban dan kegotong royongan masyarakat pada saat kita bertasyakur itu betul memberikan rasa syukur yang sebenar-benarnya syukur, lepas dari kepentingan kelompok, larut dalam persatuan dan tidak melihat background, terlepas dari hiruk pikuk nasional," tutur Taufik memberikan gambaran soal acara tersebut.

Dalam acara itu, Taufik mewakili masyarakat desa mengembalikan buaya yang ditangkap warga ke kebun binatang Serulingmas, Selamanik, Banjarnegara. Buaya itu ditangkap warga saat air Sungai Serayu meluap dan membanjiri permukiman. Buaya tersebut diterima oleh direktur Kebun Binatang Serulingmas.

Mencermati acara tersebut, Wakil Rakyat dari dapil Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen ini berharap kegiatan serupa dibuat rutin dan ditiru daerah lain. Kegiatan-kegiatan yang berbasiskan budaya tradisional dan sifatnya memupuk persatuan harus terus ditampilkan di tengah situasi politik nasional yang terus memanas.

"Hal inilah yang harus kita gerakkan, kita sampaikan ke masyarakat, bahwa kerukunan kebersamaan adalah alat pemersatu," pungkasnya. (van/tor)


Berita Terkait