Faktor Manusia Jadi Kendala Utama Pelestarian Si Jambul Kuning

#SaveSiJambulKuning

Faktor Manusia Jadi Kendala Utama Pelestarian Si Jambul Kuning

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 30 Nov 2015 13:13 WIB
Faktor Manusia Jadi Kendala Utama Pelestarian Si Jambul Kuning
Foto: Agung Pambudhy/detikfoto
Jakarta - Selama sebulan sejak Mei lalu, Kemenhut LH membuka posko #SaveSiJambulKuning untuk menyelamatkan populasi burung kategori super langka tersebut. Kini Kakatua tersebut mulai dicicil untuk dikembalikan ke habitatnya.

Setelah melalui masa 'karantina' selama sekitar lima bulan, sebanyak 21 dari 110 ekor Kakatua Jambul Kuning yang diserahkan warga se-Jabodetabek secara sukarela, sudah dibawa ke Jayapura, Papua. Mereka dinilai sudah layak untuk dilepasliarkan dan hanya menunggu beberapa pekan di penangkaran Jayapura.

Menurut Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua, Gunung Nababan, dari hasil penelitian, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kemampuan bertahan hidup burung yang dikenal dengan sebutan Jacobs ini. Tidak ada primata atau binatang buas lainnya di hutan-hutan di Papua yang dikhawatirkan akan menyerang Jacobs sewaktu-waktu.

"Masalahnya manusia saja. Kalau dari alam itu sudah alami. Siklus. Sudah merupakan satu ekosistem," kata Gunung di tempat penangkaran burung, Bumi Perkemahan Cenderawasih, Papua, Rabu (25/11/2015).


Mirisnya, banyak warga yang masih belum tergugah untuk menyelamatkan keberadaan Jambul Kuning ini. Yang ada, mereka malah memburu untuk dijual dan diselundupkan.

Oleh karena itu, pihaknya harus berhati-hati dalam melepas si Jambul Kuning. Selain sosialisasi yang masif, BBKSDA Papua juga melibatkan warga dalam mengelola pelestarian Kakatua ini.

"Dengan kesadaran orang kayak di Jakarta menyerahkan (Kakatua Jambul Kuning), mudah-mudahan yang lain, semua masyarakat juga sadar " kata Gunung.




(kff/mok)


Berita Terkait