Belasan orang yang mengatasnamakan Rakyat Indonesia Menggugat (RIM) itu tiba-tiba berada di dalam gedung Nusantara III yang merupakan akses masuk menuju ruang pimpinan DPR, di komplek parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2015).
"Nasionalisasi aset negara!! Segera nasionalisasi Freeport..!!!" teriak belasan orang yang mengaku mayoritas dari Papua itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bubarkan DPR!!!" teriak mereka.
Sambil teriak dan dorong-dorongan, sekitar 3 menit kemudian puluhan Pamdal didatangkan diangkut mobil menuju depan Nusantara III. Mereka sambil lari langsung membentuk lingkaran dan mengamankan aksi itu.
"Freeport sudah kuasasi sumber daya kita di Papua dan bagi hasil dengan Indonesia cuma satu persen. Tapi banyak sekali politisi busuk pejabat publik yang dapat hasil keuntungan Freeport!" ucap koordinator aksi Efendy Saman.
"Mereka yang juga ada di DPR ini!!" tegasnya.
Dia menilai proses persidangan di MKD yang mengusut kisruh Freeport yang melibatkan Setya Novanto bukan hal substansi, karena yang paling penting adalah proses kontrak PT Freeport itu sendiri.
"Saya kecewa dengan sidang MKD tidak membahas substansi nasionalisasi aset negara selama 60 tahun yang sudah terbagi kepada pejabat publik!" protesnya.
"Harusnya negosiasi tidak boleh dilakukan lagi, Freeport harus diadili!" tegasnya disambut sahutan rekannya "Ya betul...!!" protes mereka marah.
Namun aksi itu tak berlangsung lama karena bisa diantisipasi puluhan anggota pengamanan dalam (Pamdal) DPR. Sambil teriak mereka lalu bisa diajak keluar gedung DPR. Aksi itu sempat menuai perhatian pegawai DPR termasuk Pamobvit Polda juga ikut mengamankan. (miq/van)











































