Umrah Membawa Berkah Berlimpah

Umrah Membawa Berkah Berlimpah

Salmah Muslimah - detikNews
Senin, 30 Nov 2015 10:50 WIB
Umrah Membawa Berkah Berlimpah
Ippho Santosa (Foto: Abduh/detikcom)
Jakarta - Pengalaman setiap muslim saat menjalankan ibadah haji atau umrah memang berbeda-beda. Pengalaman itu memiliki kesan dan akan dikenang sepanjang hidupnya.

Seperti yang diceritakan oleh pengusaha sekaligus penulis buku '7 Keajaiban Rezeki' yang menjadi best seller tahun 2010-2011, Ippho Santosa. Ippho berbagi pengalamannya saat melaksanakan ibadah umrah bersama dengan ibunda tahun 2009 lalu.

"2009 saya umrah bareng ibu saya, itu pas bulan Ramadan. Pas pulang uang saya tinggal Rp 70 ribu," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini diceritakan Ippho dalam acara diskusi Forum Kajian Hasanah BNI Syariah dengan tema "Umrah Hasanah Kita Berbuah" di Gedung Tempo Pavilion 1, Lantai 3, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2015). Hadir di acara itu President Director BNI Syariah Dinno Indiano, Dirjen Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil, Sosiolog Imam Prasodjo, Pakar Keuangan dan Ekonomi Syariah Syafi'i Antonio.

Ippho mengaku sempat bingung namun dia yakin bahwa rezeki sudah ada yang mengatur. Saat di Makkah dia ingat banyak saudara dan temannya yang mentitip doa. Ippho sendiri juga sudah menuliskan doa-doa yang akan dipanjatkan kepada Sang Maha Kuasa dalam secarik kertas. Namun saat dia sudah sampai di Multazam atau bagian dari Ka'bah di antara hajar aswad dan pintu ka'bah, tempat mustajab untuk berdoa, kertas daftar doa Ippho hilang.

Ippho sempat bingung doa apa yang harus diucapkannya. Akhirnya dia memutuskan untuk memanjatkan sebuah doa yang tak muluk-muluk. Dia meminta agar dirinya dijadikan pejuang Allah yang mampu berjuang dengan ilmu, akhlak dan harta. Dan benar saja, usai umrah itu kehidupan Ippho berangsur membaik dan lebih berkah. Bukunya terjual hingga jutaan eksemplar dan usahanya berkembang pesat.

"Umroh mengubah saya secara financial, spriritual dan lainnya," ucap dia.

Namun Ippho mengingatkan, jangan sampai tujuan umrah akhirnya berbelok ke urusan financial dan lainnya. Niat ibadah itu harus murni untuk mencari ridho ilahi.

"Dicamkan di awal sebelum berangkat, niatnya harus benar mencari ridha Allah. Soal dampak financial, spiritual dan lainnya itukan semata doang, jadi niatnya mencari ridho Allah. Bukan niat biar hidupnya berubah, itu juga kurang tepat," katanya.

Di kesempatan yang sama President Director BNI Syariah Dinno Indiano menambahkan, umrah yang dilakukan oleh setiap muslim itu harusnya bisa berbuah kebaikan. Umrah bukan hanya sekedar gaya hidup dan tidak memberikan dampak yang signifikan bagi diri dan orang lain di sekelilingnya.

"Harusnya umrah itu berbuah , kan nggak mungkin berbuah kalau nggak dipupuk dari awal," ucapnya.

Oleh karena itu lanjut Dinno, BNI Syariah akan membuat sesuatu yang berbeda yakni Umrah Hasanah atau kebaikan. Di mana calon jemaah akan diberikan training sebelum, saat dan setelah umrah.

"Ke depannya kita mikir lebih baik lagi, sebelum, saat dan setelah mereka kembali (umrah). mudah-mudahan kalau bisa bekal yang bikin bekal yang lebih baik dan terencana semuanya itu difasilitasi oleh BNI Syariah," kata Dinno.


Foto:President Director BNI Syariah Dinno Indianoย 
(slm/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads