Seperti badan jalan di Desa Ugadeng, Kecamatan Keumala amblas akibat meluapnya air sungai. Sebagian besar badan jalan jatuh ke sungai. Akibatnya, kendaraan yang melintas terpaksa harus ekstra hati-hati.
Jalan lintas kabupaten tersebut baru bisa dilewati kembali pagi ini. Semalam, kendaraan bertumpuk karena tidak dapat melewati derasnya air yang menggenangi badan jalan. Ratusan warga setempat terlihat mendatangi lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ambles, sejumlah badan jalan di Kecamatan Tangse seperti Mamprei, Blang Malo juga belum dapat dilewati akibat tertimbun longsor. Ini juga merupakan jalan antar kabupaten yang menghubungkan ke Kabupaten Aceh Barat.
Sejumlah alat berat sudah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan badan jalan yang tertimbun longsor sejak tadi malam. Meski demikian, belum semua jalan sudah berhasil dibersihkan.
"Setelah kita bersihkan, terjadi longsor lagi. Ini alat berat sudah turun dari Tangse sampai ke Keumala," ungkapnya.
Sementara Kecamatan yang mengalami banjir yaitu Kecamatan Mutiara, Mutiara Timur dan Tangse. Pihak BPBD hingga kini masih mendata jumlah rumah yang terendam. Meski demikian, air sudah mulai surut.
"Rencananya kita akan membangun tenda pengungsian di Kota Mini. Kalau perlu di sana akan kita buka dapur umum juga," jelas Apriadi.
Di Tangse, Desa terparah dilanda banjir yaitu Kebun Nilam dan Beungga. Sebanyak 2,5 hektare lahan pertanian milik warga Beungga terendam. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke Ulei Gunong.
"Ramai warga yang mengungsi di Ulee Gunong. Semalam ada juga motor warga yang dibawa air. Kami sekarang terjebak di Tangse tidak bisa pulang lagi," kata Muslem, seorang warga Keumala yang berada di Tangse. (dra/dra)











































