Menurut Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo Windratmo Suwarno, TKI yang dipulangkan rata-rata mereka yang belum menerima gaji. Selain itu juga para TKI yang mendapatkan berbagai masalah.
Pemulangan TKI dari Mesir ke Tanah Air |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemulangan ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk membenahi proses penempatan tenaga kerja Indonesia ke negara-negara Timur Tengah yang saat ini diperkirakan mencapai 50 ribu orang selama lima tahun," lanjutnya.
Rencananya, tahun depan pemerintah akan memulangkan 10 ribu TKI dari seluruh dunia yang tidak memiliki dokumen atau surat izin tinggal. Hal itu juga tertulis dalam Keputusan Menaker No.260/2015 yang menghentikan seluruh penempatan TKI informal ke negara-negara Timur Tengah.
"Program ini merupakan bagian dari peta jalan untuk melakukan reformasi atas penempatan tenaga kerja Indonesia ke Indonesia setelah adanya Keputusan Menaker No.260/2015 yang menghentikan seluruh penempatan TKI informal ke negara-negara Timur Tengah," ujar Windratmo.
Pemulangan TKI dari Mesir ke Tanah Air |
Sebelum melakukan pemulangan terhadap para TKI, KBRI Kairo terlebih dahulu melakukan kegiatan penggalangan dan fasilitas pelayanan bagi para WNI yang bekerja di sektor informal. Agar setelah kembali ke Tanah Air, mereka bisa diberdayakan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
"Banyak dari para TKI informal atau ilegal yang berada di Mesir yang tidak minta untuk segera pulang ke Indonesia mengingat bahwa mereka sudah memiliki majikan yang baik dan mendapatkan gaji di atas USD 600," tuturnya.
Hal itulah yang kemudian menjadi kendala dalam pemulangan para TKI dari Mesir. Meski banyak TKI yang tak memiliki dokumen lengkap, Pemerintah Mesir tidak melarang mereka untuk bekerja di negaranya. (yds/bar)











































Pemulangan TKI dari Mesir ke Tanah Air
Pemulangan TKI dari Mesir ke Tanah Air