Bamsoet: MKD Harus Ungkap Hantu Belau dan Ular Kadut yang Bermain!

Pencatutan Jokowi-JK

Bamsoet: MKD Harus Ungkap Hantu Belau dan Ular Kadut yang Bermain!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Minggu, 29 Nov 2015 15:18 WIB
Bamsoet: MKD Harus Ungkap Hantu Belau dan Ular Kadut yang Bermain!
Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Sekretaris FPG DPR Bambang Soesatyo terus mendorong agar sidang MKD terkait kasus 'papa minta saham' digelar terbuka. Dengan demikian maka akan terlihat jelas siapa yang sebenarnya pemain yang memancing di air keruh.

"Demi nama baik Novanto, DPR dan Partai Golkar sendiri, sidang-sidang di MKD harus berlangsung secara terbuka dan transparan. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Agar masyarakat bisa langsung melihat apa sesungguhnya yang terjadi," kata Bambang dalam siaran pers, Minggu (29/11/2015).

Bambang sebelumnya menegaskan Golkar tak akan konyol mati-matian membela jika Ketua DPR tersebut terbukti mencatut nama Presiden dan Wapres untuk kepentingannya. Bambang juga menyebut rekaman percakapan utuh antara Novanto, pengusaha Reza Chalid, dan Presdir PT Freeport Maroef Sjamsoeddin lebih mengerikan daripada penggalan yang telah menyebar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu menurutnya tak ada alasan bagi MKD menutup sidang tersebut. "Kalau ada anggota MKD dan fraksi yang ngotot agar sidang MKD tertutup, apalagi meminta persidangan MKD itu tidak diteruskan, hal itu patut dicurigai. Selain bertentangan dengan logika publik juga patut diduga anggota atau fraksi tersebut ingin melindungi kejahatan terhadap negara," kata Bambang.

Soal legal standing dan cara merekam yang dianggap ilegal, menurut Bambang yang juga anggota Komisi III DPR ini, sudah tidak penting lagi karena itu dua hal berbeda.

"Yang terpenting bagi Golkar adalah membuktikan Novanto tidak seperti yang dituduhkan dalam substansi laporan Sudirman Said tersebut. Golkar berharap laporan Sudirman tidak ditujukan untuk menghancurkan Partai Golkar. Sudirman harus membuka secara lengkap ke publik seluruh isi percakapan yang dimilikinya tersebut. Biar semuanya jelas. Siapa sesungguhnya hantu belau serta ular kadut yang bermain dan hendak mengambil keuntungan dalam proses perpanjangan kontrak Freeport dengan mencatut nama kepala negara dan wakilnya itu," pungkasnya. (van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads