Sungai Epicentrum yang Bersih itu Kok Jadi Hitam dan Bau, Kenapa ya?

Sungai Epicentrum yang Bersih itu Kok Jadi Hitam dan Bau, Kenapa ya?

Ahmad Masaul Khairi - detikNews
Minggu, 29 Nov 2015 13:27 WIB
Sungai Epicentrum yang Bersih itu Kok Jadi Hitam dan Bau, Kenapa ya?
Air tampak hitam dan kotor/Foto: Masaul Khairi-detikcom
Jakarta - Doddy Putranto sungguh kaget. Sebab penggalan sungai Cideng yang dibendung sehingga menjadi bersih dan asri di kawasan bisnis Epicentrum, tampak menghitam tadi pagi.

"Pagi ini sungai terbersih Epicentrum - Rasuna Said Jakarta menjadi hitam, banyak ikan mati dan mulai berbau busuk. Ada apa ya?" tanyanya lewat pasangmata.com, Minggu (29/11/2015). Dia juga melampirkan foto sungai yang mirip kolam panjang itu.

Air tampak hitam dan kotor/Doddy Putranto pasangmata.com

Selidik punya selidik,  "kolam panjang" yang didesain Ridwan Kamil sebelum menjadi Wali Kota Bandung itu mulai bermasalah sejak awal pekan lalu akibat hujan deras yang mendera Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyebabnya,  hari Selasa (24/11) pagi hujan gede di daerah sini. Nah, bendungan tidak bisa nampung. Terus air kotor masuk ke sungai di sini. Hari Jumat sore ikan pada mati, hari Sabtu air mulai berbau," beber seorang petugas pemeliharaan pintu air Sungai Cideng di kawasan Epicentrum, yang ditemui detikcom di kali tersebut, Minggu siang.

Sungai Keren dan Bersih di Jakarta ini Kerap Jadi Tempat Nongkrong Orang Kantoran

Dia menuturkan, penggalan sungai yang bersih itu dikelola dengan alat wastewater treatment plant (WWTP). Menurutnya, WWTP bekerja dengan baik. "Jadi kalau air di kawasan ini item dan bau ya gara-gara air kotor masuk," ujar petugas itu.

Sungai saat bersih dulu/M Iqbal detikcom


Dia menuturkan,  ketika hujan deras turun hari Selasa lalu, di hulu kali Cideng banjir dan menggenangi perumahan warga. Kemudian warga meminta petugas membuka pintu bendungan yang mengatur aliran ke kawasan Epicentrum.

"Akibatnya air kotor pun masuk ke aliran kali Epicentrum," katanya. (nrl/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini