Pergantian Heli Kepresidenan, Luhut: Dirapatin Setelah Presiden Balik

Pergantian Heli Kepresidenan, Luhut: Dirapatin Setelah Presiden Balik

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Minggu, 29 Nov 2015 11:13 WIB
Pergantian Heli Kepresidenan, Luhut: Dirapatin Setelah Presiden Balik
Foto: Dok. AgustaWestland A Finmeccania Company (www.agustawestlad.com)
Jakarta - TNI AU akan mengganti helikopter kepresidenan Super Puma dengan AgustaWestland AW101. Rencana pembelian ini akan kembali dimatangkan setelah Presiden Jokowi kembali pulang dari Paris menghadiri COP21 atau KTT Iklim.

"Nanti akan dirapatkan setelah Presiden kembali," kata Menko Polhukam Luhut Pandjaitan usai mengantar Jokowi di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Minggu (29/11/2015).

Luhut enggan berbicara banyak soal kenapa TNI AU tidak memilih helikopter buatan PT DI. Dia memastikan akan mengkaji lagi perlu tidaknya heli VVIP itu diganti atau tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti kita rapatin setelah Presiden balik," tandasnya.

Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla mengaku tidak tahu soal pembelian heli ini. Namun dia memastikan, heli Super Puma yang saat ini digunakan, kondisinya masih bagus.

Ditambahkan JK, helikopter Super Puma tidak sepenuhnya buatan dalam negeri. PT DI hanya merakit komponen helikopter produsen asal Prancis itu.

"Itu buatan Prancis. Kita kan baru mengassembly helikopter, belum membuat," kata JK pada Jumat (27/11).

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriyatna sebelumnya menjelaskan soal rencana pembelian helikopter ini. Pilihan jatuh ke helikopter AW 101 dengan beberapa pertimbangan. Antara lain, heli ini memiliki kabin yang tinggi sehingga penumpang tak perlu menunduk saat akan masuk. Selain itu, heli ini memiliki tiga mesin sehingga lebih aman saat digunakan. (mok/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini