"Yang salah sopirnya. Palang kereta belum naik sopirnya sudah maju (menerobos). Menurut polisi, indikasi sopir memegang HP," ungkap Dirut PT TransJakarta Antonius Kosasih saat meninjau lokasi kecelakaan di perlintasan Jalan Panjang, Jakbar, Sabtu (28/11/2015).
Kosasih pun menyebut akan mengambil tindakan tegas. Menurutnya, pihak operator melakukan kelalaian dengan tidak memberikan pengawasan yang ketat terhadap para sopirnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operator anggap enteng, bahwa pengawasan sopirnya agak kendor, kok dia bisa bawa HP? Masih ada yang kayak gini berarti ada kelalaian," sambung dia.
Usai kunjungan, Kosasih pun akan mengumpulkan para direksinya. PT TransJ akan menggelar rapat untuk membahas mengenai kecelakaan ini, termasuk tindakan apa yang akan diambil terhadap pihak operator.
"Akan kita adakan rapat direksi sore ini. Sengaja dikumpulkan semua direksi karena kejadian ini. Kami betul-betul menegur keras Damri," tuturnya.
Menurut Kosasih, bus nomor MDR-5078 tersebut masih terbilang baru. Bus mengalami kecelakaan dengan commuter line arah Tangerang-Duri. Tiga orang mengalami luka, salah satunya pemotor yang tersenggol bus saat kejadian.
"Bus baru, masih bagus, umurnya belum ada 2 tahun. (Bus) hampir tidak ada penumpang, karena dia mau pulang ke pool," tutup Kosasih. (elz/imk)











































