Akibat banyaknya pengunjung, taman bunga yang indah ini kini telah rusak. Banyak bunga yang terinjak-injak sehingga menjadi layu dan mati.ย Warga sekitar menamakan bunga ini Brambang Procot. Bunga ini telah dipatenkan pemerintah setempat dengan nama Puspat (Puspa Patuk) atau bunga dari kecamatan Pathuk Gunungkidul.
Ribuan warga dari berbagai daerah lain terus berdatangan. Datang bersama rombongan teman, berpasang-pasangan atau keluarga. Mereka terlihat asyik berfoto-foto dan berselfie ria dengan latar belakang bunga tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa dilestarikan jadi taman bunga. Kalau bisa dikasih tempat santai untuk bisa menikmati, kayak kafe mungkin. Dan kalau bisa tidak hanya jadi ajang selfie aja," kata Lily sambil melihat bunga-bunga di taman bunga Puspa Patuk, Gunungkidul, DIY, Sabtu (28/11/2015).
Pemilik taman bunga, Sukadi (43) mengatakan bunga-bunga ini muncul sejak 2 minggu yang lalu. Kunjungan mulai ramai sekitar seminggu lalu yang mencapai seribu orang lebih per hari. Karena banyaknya pengunjung dan tempat uang tidak terlalu luas, maka banyak kerusakan.
"Tahun lalu kunjungan tidak sebanyak ini, yang foto-foto tidak sebanyak kali ini. Bunga ini durasi hanya 3 minggu, setelah itu layu dan harus nunggu 1 tahun lagi untuk tumbuh," kata Sukadi. (try/try)










































