Terkuak dalam Sidak, Ada Napi Nusakambangan yang Diam-diam Rangkai HP di LP

Terkuak dalam Sidak, Ada Napi Nusakambangan yang Diam-diam Rangkai HP di LP

Arbi Anugrah - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2015 16:27 WIB
Terkuak dalam Sidak, Ada Napi Nusakambangan yang Diam-diam Rangkai HP di LP
Dermaga Wijayapura Cilacap, pintu masuk Pulau Nusakambangan (Foto: Arbi Anugrah/dok detikcom)
Cilacap - Satgas Kamtib Kemenkumham melakukan sidak ke empat Lapas di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat-Sabtu (27/11) malam hingga (28/11) dini hari. Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Jateng, Mulyanto.

Dari hasil sidak di Lapas Batu, Lapas Narkotik, Lapas Kembang Kuning dan Lapas Pasir Putih hanya ditemukan tiga buah handphone yang tidak terangkai. Biasanya para napi sengaja memasukkan rangkaian HP tersebut dan kemudian merangkainya sendiri.

"Kadang mereka pintar. Sengaja tidak dirangkai, tahu-tahu dirangkai. Kita pintar-pintaran dan kucing-kucingan. Biasanya kita usahakan sidak itu malam hari, kalau siang takut ada yang provokasi jadi ramai dan gaduh," kata Koordinator LP Nusakambangan yang juga Kalapas Batu, Marasidin, Sabtu (28/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, para napi yang berhasil membawa dan merangkai HP tersebut di dalam lapas. Biasanya mereka akan menggunakan HP tersebut pada malam hari, saat suasana lapas sepi dan pengamanan tidak terlalu ketat.

"Malam itu lebih aman, petugas tidak terlalu ketat. Kalau ada petugas datang, mereka tahu dari suara sepatu. Nah biasanya mereka segera menyimpan agar tidak ketahuan," ujarnya.

Marsidin mengungkapkan saat sidak, Kadivpas Jateng menghubungi dia saat sudah berada di dermaga Wijayapura. Kegiatan tersebut dilakukan pada pukul 20.00 - 01.00 WIB dan dibagi dalam dua tim.

"Sebulan sekali biasanya kita rutin razia lapas, biasanya kita lakukan sekitar pukul 23.00 WIB sampai selesai. Tergantung ada berapa kamar yang kita pantau," ujarnya.

Marsidin menambahkan, indikator waktu pelaksanaan razia di ruangan-ruangan lapas biasanya dilakukan saat jumlah napi yang menggunakan wartel (warung telepon) sangat sedikit.

"Kita punya wartel, kalau yang menggunakan wartel sedikit biasanya ada yang pegang alat komunkasi. Alat ukurnya atau indikatornya di situ," ungkapnya.

Selain itu, indikator lainnya yakni koperasi lapas. Saat yang melakukan transaksi belanja makanan atau apapun banyak dilakukan, biasanya ada yang bermain, karena dia memiliki uang banyak.

"Kalau di koperasi itu yang belanja agak lancar biasanya ada yang bermain, jadi sering belanja ada yg dipermainkan dari mana uangnya," jelasnya.

Pihaknya mengaku tidak bisa menjanjikan lapas akan bersih 100 persen dari kegiatan seperti itu. Makanya dia selalu rutin melakukan sidak secara rutin. "Sidak kita sudah rutin setiap bulan tapi tidak 100 persen steril. Biasanya kalau yang HP sistemnya diperetelin, jarang yang utuh," tutupnya. (arb/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads