"Ini dalam rangka visi kemenag Indonesia menjadikan perguruan tinggi Islam (sebagai) pusat destinasi studi Islam dunia. Kita ingin orang-orang Timur Tengah, Yaman, Pakistan, India, Amerika datang ke Indonesia belajar studi Islam," ujar Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin kepada wartawan di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2015).
"Backgroundnya itu untuk menjadikan perguruan tinggi Islam Indonesia menjadi pusat studi Islam internasional dan tentu visi besar ini bisa diwujudkan jika para guru besar, dosen mampu menjadikan perguruan tinggi Islam ini menjadi menarik, menjadi marketable dan layak dijual internasional," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pusat pengkajian Islam internasional yang kita sebut Islam yang punya ciri khasnya Islam Nusantara misalnya. Islam Indonesia yang punya karakter berbeda ketika orang-orang itu atau calon mahasiswa belajar di tempat lain" papar Bahtiar.
"Kita punya karakteristik tersendiri di antaranya lebih moderat, lebih toleran, lebih beragama dan prinsip-prinsip ini yang akan dijadikan ikon dalam perguruan tinggi islam tersebut," jelasnya.
(erd/erd)











































