Korban Human Trafficking Di Antaranya Dikirim ke Suriah

Korban Human Trafficking Di Antaranya Dikirim ke Suriah

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 27 Nov 2015 15:06 WIB
Korban Human Trafficking Di Antaranya Dikirim ke Suriah
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa kasus human trafficking di Indonesia sudah dalam taraf memprihatinkan. Dalam satu tahun omzet pelaku human trafficking itu bisa mencapai Rp 63 triliun. Angka ini lebih besar dari omzet bandar peredaran narkoba yang hanya Rp 53 triliun.

Menurut Khofifah, korban human trafficking dari Indonesia salah satunya dikirim ke Suriah. Mereka diiming-imingi akan dinikahkan dengan orang setempat atau bekerja dengan pendapatan 40 juta per bulan. Β 

"Mereka (korban) mendapat janji dinikahkan dan mendapatkan gaji 40 juta, dan lainnya," kata Khofifah kepada wartawan usai pertemuan anggota tim kelompok kerja penanganan rehabilitasi sosial korban tindak pidana Perdagangan dan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khofifah menyebut bahwa WNI yang dikirim ke Suriah dengan iming-iming gaji tinggi dan akan dinikahkan itu termasuk korban human trafficking.

Beruntung, kata Khofifah, sebanyak 106 berhasil pulang kembali ke tanah air dan kini tengah berada di Rumah Penanganan Trauma Centre (RPTC) yang dikelola Kementerian Sosial.

"Ada 106 dari Suriah dikirim Densus 88 dikirim ke Rumah Penanganan Trauma Centre (RPTC). Diantaranya ada anak-anak usia 5-7 tahun lalu ibu-ibu"Β  kata Khofifah. Β 

Di RPTC nantinya para korban human trafficking itu akan mendapatkan pelayanan assesment, recovery psikososial sampai diantar pulang ke tempat asal.

"Kalau di RPTC proses layanannya standarlah ada assesmentnya, ada recovery psikososialnya, sampai dengan diantar pulang ke tempat asal," kata Khofifah.

(erd/erd)


Berita Terkait