Aldo ditemukan warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Selasa (24/11) petang. Ia mengaku berasal dari Kampung Babakan, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi. Tinggal bersama ibu tiri, lalu pergi. Ayahnya sudah meninggal tahun lalu.
Baca: Bocah 12 Tahun Kabur dari Rumahnya di Sukabumi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterangan bocah Aldo meragukan. Hingga malam tadi, sejumlah tempat yang disebutkan Aldo tidak ada," ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Diki Budiman kepada detikcom, Jumat (27/11/2015).
Pencarian dilakukan Diki mulai dari alamat Kampung Babakan, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi. Tidak ada warga yang kenal Aldo. Kemudian pencarian berlanjut ke nama Yayasan Bunda Maria yang disebut Aldo sebagai tempat sekolahnya semasa di Sukabumi. Ternyata, tidak ada nama yayasan tersebut di Sukabumi.
Menurut Diki, pihaknya serius dan berinisiatif mencari kebenaran informasi ini sejak awal karena ada keterangan yang menyebut jika Aldo ini semasa di Sukabumi kerap mendapat perlakuan kasar dan kekerasan dari ibu tirinya yang berinisial TS.
"Kita bergerak karena adanya informasi dugaan KDRT yang dilakukan keluarga bocah itu," imbuh Diki.
Dari Ponogoro dilaporkan, Aldo diserahkan ke polisi setelah ditampung keluarga Jani, Kamis (26/11) kemarin. Jani (54) menyebut Aldo bandel dan susah dinasihati. Dari markas Polsek Sawoo, Aldo diserahkan ke gereja, lalu ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Dinas Sosial Ponorogo. Nah, hari ini, Aldo dilaporkan kabur dari Liponsos.
Baca: Aldo, Bocah yang Diusir Ibu Tiri dari Sukabumi, Kabur dari Liponsos (try/try)











































