"Sampai hari ini kami belum menerima audit Sumber Waras," kata Plt Pimpinan KPK, Johan Budi, Jumat (27/11/2015).
Sementara itu, Plh Kabiro Humas KPK, Yuyu Andriyati menyebut bahwa sudah ada komunikasi antara KPK dengan BPK. BPK menjanjikan akan menyerahkan hasil audit RS Sumber Waras pekan depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perhitungan audit investigatif itu nantinya akan diketahui ada tidaknya kerugian negara dalam proses pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI. KPK nantinya akan mendalami ada tidaknya tindak pidana dalam proses pembelian lahan ini.
Seperti diketahui, pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI memang dipermasalahkan beberapa pihak, terutama pihak DPRD DKI Jakarta. Bahkan, beberapa oknum DPRD menyebut ada kerugian negara senilai lebih dari Rp 190 miliar karena proses pembelian itu. Padahal, audit investigatif yang dilakukan BPK belum selesai, sehingga angka Rp 190 miliar lebih itu tak berdasar.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga sudah dimintai keterangan oleh BPK. Ahok mengaku sudah memberikan penjelasan terkait proses pembelian lahan yang rencananya akan dibangun RS khusus kanker itu. (kha/elz)











































