Butet yang memerankan tokoh pengkhianat Jayakatwang beberapa kali mengungkit kasus-kasus yang sedang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat dalam dialognya. Namun tentunya disesuaikan dengan alur cerita ketoprak bertajuk 'Bangun Majapahit' itu.
Seperti contoh pencatutan nama Presiden Joko Widodo terkait saham PT Freeport oleh Ketua DPR Setya Novanto. Butet menyindir pencatutan nama tersebut dalam adegan saat Raja Jayakatwang (Butet) menerima Arya Wijaya bersama Wijaya yang kerajaannya, Singasari, kalah dari Kerajaan Kediri pimpinannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau benar kalian mau mengabdi, baiklah. Saya akan mengampuni kalian. Dan saya akan berikan kalian wilayah Tarik untuk dikelola oleh kalian," lanjutnya disambut tawa penonton.
Acara itu dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Lalu beberapa menteri dari Kabinet Kerja di antaranya Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko PMK Puan Maharani, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
Hadir juga di tengah-tengah pertunjukan Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Sekjen Partai Golkar versi Munas Bali Idrus Marham, dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom.
Selain soal pencatutan nama, politisi PDIP Miing 'Bagito' yang menjadi pembawa acara dalam pementasan juga sempat menyindir Novanto dalam kasus 'Papa Minta Saham'. Sindirian itu dilontarkan saat pemberian bingkisan kepada para lakon ketoprak.
"Ini bingkisan, tapi bukan saham lho ya," ucap Miing dari atas panggung kembali disambut tawa penonton.
Pagelaran budaya itu selesai pada pukul 22.55 WIB. Acara ditutup dengan penyerahan bunga dari Megawati kepada para pemeran lakon. (yds/elz)











































