Berdasarkan informasi dari Kapendam II/Sriwajaya, Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar, penangkapan berawal saat 3 orang itu mendatangi Kantor Pemkab Ogan Ilir (OI) dan meminta bertemu dengan Bupati Yulizar Dinoto, Selasa (24/11). Namun karena akan rapat, Yulizar tak dapat menemui ketiga orang tersebut.
"Entah apa tujuannya, karena tidak berhasil menemui Bupati ketiga tamu tersebut mara-marah. Setelah ditemui oleh Bapak Herman (Sekda OI) mereka diajak berbincang- bincang. Intinya Bupati dapat ditemui keesokan harinya," ungkap Syaepul dalam keterangannya, Kamis (26/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maksud kedatangan Kasdim OKI adalah untuk memastikan identitas ketiganya apakah benar anggota BIN. Pasalnya gelagat Yusrizal Cs memang mencurigakan sejak kedatangan pertama kali di Kantor Pemkab Ogan Ilir.
"Mengetahui bahwa orang yang bersama dengan Sekda itu adalah Kasdim, maka ketiga orang pelaku tersebut bergegas pergi dan langsung keluar meninggalkan Kantor Pemkab OI," kata Syaepul.
Personel TNI sigap mengejar Anggota BIN Gadungan (Dok. Pendam Sriwijaya) |
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa tiga orang tersebut adalah anggota BIN palsu alias gadungan. Ketiganya pun ketika diperiksa juga ternyata membawa 2 pucuk pistol jenis FN beserta 31 amunisi kaliber 9mm dan Surat tugas Palsu.
"Selanjutnya ketiga anggota BIN gadungan beserta barang bukti, termasuk kendaraan Pajero Sport yang digunakan diserahkan ke Polres OI untuk dilakukan pemerikasaan lebih lanjut," tutur Kapendam Sriwijaya.
Pistol, amunisi, dan surat tugas palsu diamankan dari pelaku (Dok. Pendam Sriwijaya) |
"Anggota BIN atau anggota TNI yang sesungguhnya tidak akan melakukan perbuatan yang tidak terpuji," tutupnya. (elz/bal)












































Personel TNI sigap mengejar Anggota BIN Gadungan (Dok. Pendam Sriwijaya)
Pistol, amunisi, dan surat tugas palsu diamankan dari pelaku (Dok. Pendam Sriwijaya)