Polres Sukabumi turun tangan. Berdasarkan informasi, Aldo beralamat di Kampung Babakan, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Dia mengaku hidup dengan ibu tiri, lalu pergi untuk mencari ibu kandungnya.
Polisi telah mengecek alamat yang disebutkan Aldo. Hasilnya, tidak ada yang mengenal Aldo. Hanya saja, menurut polisi, Aldo mengenal baik posisi kantor Polsek Kadudampit yang berada di lapangan sepak bola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aldo saat berada di Polsek Sawo, Ponorogo (Foto: Muh Taufiq Sidqi/detikcom) |
Bagaimana dengan sekolah paket A di Yayasan Bunda Maria Sukabumi yang disebutkan Aldo? Pengurus Gereja Santo Yoseph Kota Sukabumi, Jimmi (50), mengatakan tidak ada nama yayasan atau sekolah Bunda Maria di Sukabumi. Dengan embel-embel Paket A, seharusnya sekolah tersebut berada di bawah naungan pemerintah.
"Sepengetahuan saya tidak ada nama Yayasan Bunda Maria," kata Jimmi. Gereja Santo Yoseph merupakan gereja terbesar di Sukabumi.
Jimmi menyebut nama yayasan seperti itu merujuk kepada penamaan dalam kepercayaan Kristen Katolik. Jika Aldo beragama Kristen Katolik dari ayah atau orangtuanya, maka identitasnya pasti ada tercatat di gereja.
Sementara itu, Aldo yang sebelumnya dirawat oleh warga Ponorogo bernama Jani (54) hari ini diserahkan ke polisi. "Anaknya bandel, susah dinasihati," kata Jani tanpa memberi penjelasan detail soal perilaku Aldo.
Dari kantor polisi, Aldo diserahkan ke gereja karena Aldo mengaku beragama Katolik. Dari gereja, Aldo dibawa ke Dinas Sosial Ponorogo. (try/try)












































Aldo saat berada di Polsek Sawo, Ponorogo (Foto: Muh Taufiq Sidqi/detikcom)