Buruh membubarkan diri setelah tiga anggota DPRD menemui mereka di depan Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015). Mereka menemui pendemo dan menyatakan dukungannya pada buruh.
Seorang buruh dari Jakarta Utara, Ridwan mengklaim pertemuan dengan DPRD menghasilkan 3 poin:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Meminta mengganti pejabat-pejabat yang ada di Disnaker
3. Meminta pejabat yang ada di Disnaker untuk menaikkan upah DKI tertinggi se-Jabodetabek.
![]() |
Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari DPRD terkait demo buruh tersebut.
Buruh pulang dengan longmarch sambil menutup semua jalur di Jl Kebon Sirih. Akibatnya, jalan Kebon Sirih macet.
![]() |
Beberapa pengendara sepeda motor terpaksa naik ke trotoar. Hal ini membuat pejalan kaki terganggu.
"Bikin ribet saja demo kayak gini. Apa sih yang mereka tuntut. Kan saya jadi susah lewat," ujar seorang ibu yang berkantor di daerah jalan Kebon Sirih ini.
![]() |
Para buruh berdemo untuk menolak PP 78/2015 tentang Pengupahan. Mereka menilai PP tersebut merugikan buruh. (nwy/try)














































