Selama ini, Balai Kota memang rutin disambangi pendemo. Seperti demo yang dilakukan oleh buruh terhadap penolakan PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, Kamis (26/11/2015). Meski PP ini dikeluarkan Presiden Jokowi, Balai Kota juga tak luput dari sasaran pendemo.
Sejak PP dikeluarkan, seringkali ada buruh atau organisasi lainnya yang berdemo di depan kantor Ahok, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Seperti yang terjadi pada hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Ahok tetap mempersilakan massa berorasi menyampaikan aspirasinya. Sambil berguyon, ia meminta lagu yang diputar buruh adalah lagu yang enak didengar.
"Kalau mau masuk, ya masuk saja. Aku bilang, 'eh lagu dangdutnya yang enak ya'," seloroh Ahok.
Maklum saja, setelah berorasi, biasanya massa buruh akan dihibur dengan lagu-lagu dangdut yang membuat mereka berdendang sambil menggoyangkan badannya.
Ahok memilih tak berkomentar soal PP Pengupahan itu. Alasannya sederhana, aturan itu produk pemerintah pusat yang hanya bisa diikutinya karena menjadi sebuah ketetapan.
"Ya saya enggak mau komentar. Kamu tanya saja pemerintah pusat, presiden saja," ucap mantan Bupati Belitung Timur ini. (mnb/mok)










































