Aksi yang terjadi di Timur Tengah dan Eropa oleh kelompok ISIS tidak boleh terjadi di Indonesia.
"Hal itu justru merugikan Islam. Harus kita cegah," kata Nusron Wahid dalam pidato sambutan pembukaan Kongres XV GP Ansor di Ponpes Sunan Pandanaran, di Dusun Candi, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Kamis (26/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu, selama kemiskinan masih ada di Indonesia berarti Ansor bersama Banser dan Nahdlatul Ulama harus lebih memperkuat perekonomian di desa-desa. Sebab mayoritas Ansor itu ada di desa-desa," kata Kepala BNP2TKI ini.
Nusron menambahkan salah satu upaya yang dilakukan dalam mengentaskan kemiskinan adalah dengan cara membuat unit usaha di semua cabang atau wilayah. Unit usaha ini wajib dilakukan semua pengurus di wilayah agar mampu menggerakkan roda perekonomian.
"Saat ini ada 687 unit usaha yang dilakukan GP Ansor dengan total Rp 3,6 T. Ini harus menjadi roda untuk menggerakkan perekonomian," katanya.
Pada kesempatan ini juga dilakukan launching program pemberdayaan agen-agen sektor keuangan berbasis pesantren, penyerahan wakaf 10 ribu mushaf Alquran dan bantuan renovasi masjid untuk daerah berdekatan dengan lokasi kebakaran hutan.
Wakaf mushaf Alquran dilakukan Asia Pulp & Paper - Sinar Mas yang diberikan di daerah-daerah seperti di Muara Bungo Provinsi Jambi, perawang Riau, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Banjarmasin Kalimantan Selatan, Palangkaraya Kalimantan Tengah, Pontianak Kalimantan Barat, Samarinda Kalimantan Timur, Yogyakarta, Mojokerto Jawa Timur dan Serang Banten.Β Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Direktur Sinar Mas, G. Sulistyanto kepada GP Ansor. (bgs/try)











































