Soal Kabinet, Menteri Yuddy: Kalau Masih Ada Kesan Gaduh, Ya Begitulah

Soal Kabinet, Menteri Yuddy: Kalau Masih Ada Kesan Gaduh, Ya Begitulah

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 26 Nov 2015 14:13 WIB
Soal Kabinet, Menteri Yuddy: Kalau Masih Ada Kesan Gaduh, Ya Begitulah
Foto: Danu Damarjati
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (23/11/2015) lalu kembali mengingatkan kepada para menterinya agak tidak suka membikin polemik yang memicu kegaduhan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan, maksud pesan tersebut adalah agar perbedaan para pembantu presiden tidak diumbar ke publik.

Menurut Yuddy para menteri diminta untuk tidak saling berpolemik. Bila ada perbedaan pendapat harus dibicarakan di sidang kabinet, baik terbatas maupun paripurna.

"Kalau sekarang ada kesan (kabinet) masih ada kegaduhan, ya begitulah," kata Yuddy kepada wartawan di kantor Lembag Sandi Negara, jalan Harsono RM,Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuddy di Lemsaneg untuk menghadiri acara Launching Otoritas Sertifikat Digital (OSD) dan Produk Karya Mandiri.

Menurut dia, saat ini komunikasi antar para menteri di kabinet Jokowi sudah sangat baik. Hanya memang ada perbedaan-perbedaan yang seharusnya tidak diumbar ke ranah publik.

Namun, Yuddy enggan menjelaskan lebih rinci terkait perbadaan-perbedaan yang diumbar ke publik tersebut.

Terkait adanya pendapat bahwa kegaduhan ini akibat para menteri belum saling menyesuaikan, Yuddy tak sepakat. Menurut dia usia kabinet saat ini sudah setahun lebih. Masa penyesuaian dan adaptasi selam satu tahun dirasa sudah sangat cukup tanpa memperdebatkan adanya menteri baru dan lama.

"Menteri yang baru masuk dalam jajaran kabinet kerja pun tentu sudah mengikuti perkembangan pemerintahan Bapak Presiden. Ya tentu mengetahui bagaimana arahan-arahan dan harapan dari bapak Presiden," kata Yuddy.

Dia juga tak sepakat adanya usulan agar dibentuk kementerian khusus untuk mensosialisasikan program-program pemerintah agar tak terjadi kegaduhan oleh para menteri.

"Saya rasa nggak perlu (menteri khusus). Menteri-menteri itu orang yang terpilih, mereka memiliki kapasitas dan kemampuan kepemimpinan yang diyakini oleh Presiden mampu melaksanakan tugasnya masing-masing dan wajib berkoordinasi di bawah kepemimpinan bapak Presiden dan Wakil Presiden,' tutur politisi Partai Hanura itu.

(erd/try)


Berita Terkait