Relawan Asing Harus Sudah Tinggalkan Aceh 26 Maret Nanti
Kamis, 03 Mar 2005 20:02 WIB
Banda Aceh - Warga Negara Asing (WNA) sipil, yang berstatus relawan atau pekerja sosial dan tenaga medis, harus sudah meninggalkan Aceh pada 26 Maret 2005 mendatang. Kecuali jika ada kebijakan baru dari pemerintah pusat. Sampai saat ini sedikitnya tercatat 820 orang WNA berada di Aceh.Demikian ditegaskan Penguasa Darurat Sipil Daerah Irjen Bachrumsyah Kasman, pada wartawan di Mapolda NAD, Kamis (3/3/2005). Pembatasan tersebut dikatakan Bahrumsyah karena Aceh masih berstatus darurat sipil. "Sejauh ini kita belum menemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh WNA di Aceh. Sedangkan untuk para tentara asing, bukan kewenangan saya untuk menjawab. Tapi yang jelas, sipil-sipil WNA setidaknya harus meninggalkan Aceh pada 26 Maret nanti, kecuali ada kebijakan khusus atau kelonggaran dari pemerintah. Tapi sampai saat ini belum ada," terang Bachrumsyah.Ditambahkan Brigjen T.Asikin, selaku Komandan Satuan Tugas Penanganan Tsunami di Aceh, di tempat yang sama, 820 orang WNA itu berasal dari 83 negara dan 140 organisasi. Selama ini, mereka membantu berbagai penanganan dan penanggulan paska gempa dan tsunami di Aceh.Sejak diberlakukannya darurat militer dan kemudian berstatus darurat sipil, beberapa kabupaten/kota di Aceh tertutup untuk orang asing. Hanya Sabang, Simeulu dan Sinabang yang terbuka bagi WNA. Tetapi, setelah bencana gempa bumi dan Tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu, orang-orang asing yang terdiri dari tentara asing dan sejumlah sipil datang ke Aceh untuk membantu rehabilitasi dan penanganan lainnya paska gempa berkekuatan 8,9 SR serta gelombang tsunami yang memporak-porandakan beberapa daerah.Sejauh ini, pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan, 26 Maret 2005 adalah batas terakhir tentara asing berada di Aceh untuk yang menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Rusia adalah negara yang sudah memulangkan seluruh tentaranya dari Aceh. Sementara seperti Australia, Jepang, Selandia Baru dan beberapa negara lainnya, baru memulangkan tentaranya secara bertahap.
(mar/)











































