Ahok belum menyebut nama kepala dinas yang akan dicopotnya. Namun dia memberikan kepastian akan ada kepala dinas yang akan dicopotnya.
"Mungkin Jumat (27/11/2015) ini akan ada pemecatan lagi Kepala Dinas," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/11/2015) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai Rp 1 triliun. Itu tunjuk langsung itu, bagi-bagi. Makanya nggak heran bisa ada laporan akhir tahun," ungkap Ahok.
Soal berapa kepala dinas yang bakal kena pecat, Ahok tak memastikan jumlahnya.
"Enggak tahu. Pokoknya yang sudah enggak kelihatan, enggak benar-benar, mau kita stafkan saja," ujarnya.
Lalu siapa kira-kira kepala dinas yang akan dipecat Ahok?
Ahok memberikan isyarat antara lain kepala dinas itu terkait kegiatan permainan anggaran soal pemeliharaan mobil. Seharusnya, mobil diservis di pihak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), namun oknum Pemprov DKI malah menservis kendaraan di bengkel yang dia tunjuk sendiri.
"Yang seperti ini banyaklah," kata Ahok.
Ahok juga menyentil Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.
"Taman juga kacau balau deh. Dia ingin beli bunga puluhan miliar buat disulamin. Saya bilang kamu punya pembibitan gimana? Pembibitan belum siap," kata Ahok, Jumat (20/11/2015).
Ahok juga menyoroti anggaran di Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Seorang programmer bisa mengantongi Rp 57 juta untuk enam hari masa kerja.
"Dinas dan Sudin (Pendidikan) masih masukin honor. Pakai nama apa tahu enggak? Tenaga ahli programmer. Apa? Itu buat scanner. Anak saya 9 tahun bisa lakukan," kata Ahok.
Dinas Pariwisata dan Budaya juga tidak luput dari kemarahan Ahok. Ahok marah atas uang miliaran yang dikeluarkan dinas itu untuk acara festival yang diselenggarakan oleh EO.
"Sekarang kita evaluasi terlalu banyak mark up. Festival enggak salah, saya bukan anti festival dan anti event-event. Yang saya anti itu mark up dengan EO. Jadi EO itu kick back. Contoh, dia bikin event di TIM pagelaran seni apa gitu karena pakai EO, waktu lelang masukin bayaran sewa Teater Besar Jakarta Rp 300-400 juta. Sekarang saya tanya, ada enggak sih pemerintah bikin acara bayar ke pemerintah? Gedung kita loh itu, enggak ada! Dalam Perda itu enggak ada," urai Ahok, Kamis (19/11/2015).
Ahok juga memberi sinyal kemungkinan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI yang akan dicopotnya. Hal ini terkait dugaan praktik pungutan liar di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas Jakarta Timur.
"Mungkin," jawab Ahok, Selasa (24/11/2015) lalu.
Lalu benarkah kepala-kepala dinas itu korbannya Ahok? Atau ada yang lainnya?
Halaman 2 dari 1











































