Selama Sebulan, 73 Driver Ojek Online Ditilang Polisi karena Langgar Lalin

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 26 Nov 2015 00:03 WIB
Ilustrasi tilang (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan penindakan terhadap driver ojek online yang melanggar aturan lalu lintas. Selama satu bulan operasi, polisi telah menilang puluhan driver ojek online.

"Yang paling banyak ditindak driver Go-Jek. Kalau driver GrabBike cuma 3 orang saja," kata Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom, Rabu (25/11/2015) malam.

Budiyanto mengatakan, penilangan tersebut merupakan hasil operasi selama satu bulan di beberapa lokasi di kawasan Jakarta. Rata-rata, pengemudi ojek online ini melanggar aturan seperti mangkal di trotoar, bahu jalan, tidak memiliki SIM dan tidak menggunakan helm.

Budiyanto menerangkan, munculnya ojek berbasis aplikasi ini merupakan fenomena sosial sehingga banyak diminati masyarakat. Namun, sesuai peraturan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, motor bukanlah kendaraan untuk mengangkut penumpang.

"Ojek bukanlah sarana angkutan umum, karena sarana angkutan umum itu wajib memenuhi standar pelayanan minimal, yang meliputi keamanan, keselamatan dan kenyamanan," jelasnya.

Menurutnya lagi, motor atau ojek tidak didisain untuk sarana angkutan jarak jauh dan tidak dilengkapi dengan rumah, dinding pengaman, dan sarana keamanan lainya. Angkutan motor atau ojek sangat jauh dari aspek keamanan dan keselamatan penumpang.

"Aplikasi pada ojek online ini menjadi daya tarik tersendiri, di mana masyarakat pengguna jasa menilai sebagai bentuk sarana yang mudah dan gampang serta terjangkau, tetapi tidak memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan," tutupnya. (mei/rna)