"Pesawat kami melintasi Turki dalam misi ke Suriah untuk melawan teroris, kenapa ditembak jatuh? Faktanya NATO mendukung penembakan pesawat kami. Mereka itu melawan atau melindungi teroris?" ungkap Galuzin di Kantor Kedubes Federasi Rusia, Jl Karet Pedurenan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2015).
Rusia, kata Galuzin, menyebut peristiwa ini amat berbahaya dan tak dapat dipandang sebelah mata. Dia kemudian mencurigai bahwaada pihak lain di belakang pesawat F-16 milik Turki dalam penembakan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu pilot tewas dalam peristiwa ini, sementara satu pilot lainnya masih belum ditemukan. Galuzin menyebut ini sebagai kejahatan kemanusiaan.
"NATO adalah yang pertama membenarkan aksi Turki. NATO menyebut Turki tengah melindungi negaranya, padahal kami juga sama-sama memerangi teroris di Suriah. Saya curiga penembakan ini dilakukan secara ilegal," ujar Galuzin.
Galuzin menegaskan negaranya serius memerangi terorisme. Tetapi karena peristiwa ini, Rusia menghentikan operasi militer.
Rusia juga meminta seluruh warganya untuk tidak ke Turki dan negara-negara yang disebut menjadi markas ISIS sementara ini. Rusia mengimbau warganya yang sudah berada di negara-negara itu untuk pulang. (bpn/mok)











































