Yohana mengatakan, hakekat Hari Ibu yang diperingati di Indonesia pada 22 Desember jauh lebih dalam. Hari Ibu menurutnya adalah upaya bangsa Indonesia untuk memberikan penghormatan kepada perjuangan kaum perempuan Indonesia, termasuk dalam memperebutkan kemerdekaan RI.
"Peringatan Hari Ibu untuk selalu mengenang, memberikan penghormatan serta penghargaan kepada perjuangan kaum perempuan Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Sehingga momentum Hari Ibu berbeda dengan Mother's Day yang biasa dilakukan oleh negara-negara lainnya di dunia," jelas Yohana.
Pernyataan itu disampaikan Yohana dalam jumpa pers berkenaan dengan Peringatan Hari Ibu ke-87 di Gedung Kementerian PP dan PA, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2015).
Dalam konteks masa kini, lanjut Yohana, peringatan Hari Ibu bertujuan untuk mengingatkan segenap komponen bangsa, khususnya generasi muda tentang arti dan makna Hari Ibu sebagai bagian sejarah. Hari Ibu ini juga bisa menjadi momentum kebangkitan, penggalangan persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan bangsa Indonesia.
"Untuk itu, melalui peringatan Hari Ibu diharapkan dapat mendorong kemajuan perempuan di Indonesia di masa datang untuk berkiprah dan terlibat dalam semua lini pembangunan," jelas Yohana.
Sementara itu, terkait dengan Peringatan Hari Ibu ke-87, Kementerian PP dan PA mengangkat tema 'Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak'.
"Tema ini sejalan dengan prioritas pembangunan PP dan PA sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta diharapkan dapat mendorong komitmen semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perlindungan perempuan dan anak yang akhir-akhir ini rentan dan menjadi kelompok terbesar sebagai korban kekerasan," jelas Yohana.
Yohana mengatakan, Kementerian PP dan PA yang dipimpinnya menjadi penanggungjawab Peringatan Hari Ibu 2015. Pihaknya didukung oleh 6 organisasi perempuan, yakni OASE KK, KOWANI, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari dan TP PKK.
"Hari Ibu ini diperingati setiap 22 Desember. Hari Ibu telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari nasional yang bukan hari libur, sebagaimana ditetapkan dengan keputusan Presiden RI nomor 316 Tahun 1959," kata Yohana. (rjo/hri)











































