Begini Sulitnya Medan Lokasi Pembunuhan Siswi MTs di Jasinga

Begini Sulitnya Medan Lokasi Pembunuhan Siswi MTs di Jasinga

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 25 Nov 2015 10:47 WIB
Begini Sulitnya Medan Lokasi Pembunuhan Siswi MTs di Jasinga
Foto: Mei Amelia/detikcom
Bogor - Siswi MTs, warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakpus, dibunuh setelah diperkosa di hutan jati Tenjo, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelaku tak lain adalah paman korban, Anwar alias Rizal (24).

Berdasar pengakuan tersangka, pembunuhan dilakukan pada Kamis 22 Oktober malam lalu. Sebelumnya, korban dibawa naik motor oleh tersangka dari Rusun Benhil, Tanah Abang, Jakpus, seusai korban pulang sekolah.

detikcom bersama tim kepolisian dari Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Selasa (24/11) kemarin pergi ke Jasinga untuk pra rekonstruksi. Rute yang kami lewati dari Jakarta ke Jasinga melalui Curug, Tangerang lalu ke Jl Parung Panjang, Bogor lalu ke Jasinga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan menggunakan mobil sampai ke Pos Perhutani, Jasinga, Kabupaten Bogor memakan waktu sekitar 3 jam lebih. Sementara dari Pos Perhutani Jasinga ke TKP memakan waktu sekitar 2 jam dengan jarak sekitar 6 Km.

Baca juga: Ini Detik-detik Pembunuhan Keji Siswi MTs di Hutan Jasinga

Tim memarkirkan mobil yang juga membawa tersangka, di Pos Perhutani. Sementara tim ke TKP harus menggunakan motor trail karena medannya cukup berat dan akan memakan waktu lebih lama jika menggunakan mobil.

Ada dua tim yang ke TKP, satu tim mengawal tersangka menggunakan mobil dengan rute yang lebih jauh. Tim lainnya yang dipimpin Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Kasubdit Resmob AKBP Eko Hadi Santoso serta Kanit IV Kompol Teuku Arsya Khadafi dan Kanit V Kompol Handik Zusen memotong rute lebih pendek dengan menggunakan motor trail. Ada sekitar 20 motor trail yang digunakan anggota.

Rute yang ditempuh oleh tim yang menggunakan motor trail memang lebih cepat. Namun, rute ini cukup sulit karena medannya terjal dan berbukit.

Sebelum memasuki area hutan, di situ banyak pemukiman warga. Pada malam hari, jalanan ke lokasi sangat gelap karena tidak ada penerangan di pinggir jalan setapak.

Butuh perjuangan keras dari tim kepolisian untuk bisa mencapai lokasi, karena medan yang sangat berat. Jalanan dari Pos Perhutani ke dalam area, berbatu dan berlumpur. Beberapa motor trail yang dinaiki anggota mengalami selip karena tanah berlumpur, apalagi sore itu hujan cukup deras membasahi tanah hingga berlumpur.

Baca juga: Ini Tampang Anwar, Paman yang Tega Perkosa dan Bunuh Siswi MTs di Jasinga

Setelah sekitar 2 jam perjalanan menggunakan motor trail, tim tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB. Sementara tim yang membawa tersangka dan sejumlah jurnalis lainnya, baru tiba di lokasi setengah jam berikutnya.

"Gila jauhnya. Niat sekali tersangka ini mau memperkosa korban dari Jakarta sampai sini," cetus Krishna yang memimpin pra rekonstruksi, Selasa (24/11) kemarin.

Udara di area hutan cukup dingin, apalagi pada malam hari. Dan bisa dibayangkan begitu gelap dan sepinya lokasi tersebut pada malam korban dieksekusi tersangka. Teriakan korban pun tidak akan ada yang mendengar karena jauh ke mana-mana.

"Warga sini jarang ada yang lewat sini, paling ya yang berkebun saja yang ke sini," ujar Nanang, warga setempat.

(mei/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads