Rapat digelar di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (24/11/2015). Pratikno menyatakan pihaknya sedang banyak melakukan penataan maupun memperbaiki manajemen internal, dan juga termasuk renegoisasi dengan mitra-mitra yang mengelola aset negara.
"Berusaha meningkatan pengawasan pengelolaan dan pengamanan aset-aset negara. Kami berusaha keras memperbaiki manajemen bagaimana antara Sekneg dengan BLU (Badan Layanan Umum)," ungkap Pratikno saat rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dianggap kurang menguntungkan Negara terutama di Kemayoran sudah ada yang mengembalikan sebelum batas waktu habisnya kontrak kepada Negara. Di Kemayoran ada yang direnegoisasikan sehingga lebih menguntungkan Negara," jelasnya.
Terkait dengan aset di Kemayoran yang akan diberikan kepada Pemprov DKI untuk wisma atlet Asian Games, Pratikno juga memberi argumentasi. Bahwa itu merupakan gagasan dari Wapres Jusuf Kalla.
"BLU kemayoran ditugaskan untuk kontribusi dalam Asian Games. Yang di GBK (Gelora Bung Karno) kami juga menyelesaikan kasus dengan beberapa mitra dan juga membahas untuk eksekusi. kami juga menuntaskan sejumlah kasus hukum dengan mitra," ucap Pratikno.
Salah satu anggota Komisi II yang hadir dalam rapat, Hanifa, meminta agar pihak Sesneg juga memperhatikan kepentingan umum dalam pengelolaan aset negara. Jangan sampai ekonomi lebih diutamakan dibanding kepentingan umum.
"Karena ini sangat besar, ratusan hektar, perluย ada bluprint atau site plan. Terutama untuk Senayan, kami hargai jika dikomersilkan tapi juga harus memikirkan untuk umum. Jadi seperti penghijauan juga penting," tukas Hanifa
Komisi II sendiri sudah membentuk Panita Kerja (Panja) terkait permasalahan aset-aset negara. Meski belum mulai bekerja, panja nantinya akan menangani pengelolaan, penggunaan dan penataan aset negara termasuk adanya penghapusan aset negara.
"Rapat panja berikutnya akan mendalami ini. Termasuk pengelolaan aset Kemayoran dan GBK serta gimana pengelolannya dan perjanjian kerjasama dengan para mitra," terang Ketua Komisi II Rambe Kamarul Zaman yang memimpin jalannya rapat. (ear/tor)











































