Dukungan KMP dan Mandeknya Kasus Novanto di MKD

Dukungan KMP dan Mandeknya Kasus Novanto di MKD

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 24 Nov 2015 12:58 WIB
Dukungan KMP dan Mandeknya Kasus Novanto di MKD
Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wapres yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto sementara mandek di MKD. Sebelum kasus ini mandek, KMP 'mendeklarasikan' dukungan untuk Setya Novanto.

Jumat (20/11) sore, elite-elite parpol KMP berkumpul untuk mendengarkan penjelasan Novanto di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Setelah mendengarkan penjelasan politikus Golkar itu selama sekitar satu jam, KMP menyatakan percaya dan akan mendukung Novanto.

"Intinya minta penjelasan dari Setya Novanto terkait kasus yang diadukan ke MKD. Setelah dijelaskan, KMP sepakat untuk mendukung Setnov agar mengikuti proses di MKD sampai tuntas," kata Presiden PKS Sohibul Imam malam hari setelah pertemuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Elite-elite KMP lainnya juga kompak menyatakan kepercayaan kepada Novanto. Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mengatakan KMP merasa Novanto tak bersalah.

"(Pertemuan di Hambalang) mendengarkan dari Pak Novanto kejadian sebenarnya. Kelihatan dari situ Novanto memberikan penjelasan yang jelas. Kami seluruh KMP merasa dia tak bersalah," kata Ical, Sabtu (21/11).

Apa bentuk dukungan yang akan diberikan KMP?

"Serahkan MKD," jawab Ical singkat.


Kasus itu pun dibahas di MKD. Rapat resmi perdana MKD membahas kasus tersebut pun digelar Senin (23/11) kemarin. Hasilnya, gelombang kritik untuk lembaga penjaga kehormatan para wakil rakyat itu. MKD belum mau menyidangkan Novanto dengan dua alasan, mempermasalahkan posisi Menteri ESDM Sudirman Said yang tak diatur di Tata Beracara MKD dan bukti rekaman yang belum utuh.

Baca: MKD Mau Dicap Mandul?

Baca: Kalau Main-main Proses Kasus Novanto, MKD Khianati Rakyat

Apakah keengganan MKD yang dipimpin politikus PKS Surahman Hidayat berkaitan dengan dukungan KMP untuk Novanto? Surahman menepis jauh-jauh anggapan tersebut.

"Tidak ada hubungannya dengan KMP," ujar Surahman yang merupakan Ketua Dewan Syariah PKS itu, kemarin.

(tor/van)


Berita Terkait