Menlu Australia Dorong Indonesia Investasi Pembiakan Ternak

Laporan dari Australia

Menlu Australia Dorong Indonesia Investasi Pembiakan Ternak

M. Aji Surya - detikNews
Selasa, 24 Nov 2015 05:42 WIB
Menlu Australia Dorong Indonesia Investasi Pembiakan Ternak
Foto: Yusron
Canberra - Menlu Australia, Julie Bishop berharap Indonesia dapat menanamkan investasi pembiakan ternak di Australia. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi pemenuhan kebutuhan daging yang begitu besar di Indonesia dengan harga yang relatif murah.

Pembicaraan mengenai investasi tersebut mengemuka pada pertemuannya dengan delegasi Sekolah Staf dan Pimpinan (Sesparlu) Kemlu RI yang dipimpim oleh Direktur Odo Manuhutu di Parlemen Australia, Canberra, Senin (23/11/2015).

Digarisbawahi, Australia terbuka lebar untuk investasi Indonesia di bidang pembiakan ternak di Australia Utara. Australia bahkan telah mengeluarkan buku putih pengembangan Australia Utara dengan salah satu fokus foreign direct investment.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Australia mendorong investasi asing khususnya di Australia Utara yang didukung oleh rejim investasi yang menarik dan transparan. Indonesia sangat terbuka untuk investasi di sana," ujarnya.

Lebih lanjut, Bishopย  menerangkan tentang kebijakan baru Australia terhadap Indonesia yang difokuskan kepada diplomasi ekonomi. Pengiriman lebih dari 300 orang delegasi bisnis yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan dan Industri ke Indonesia baru-baru ini merupakan bagian dari babak baru hubungan Indonesia-Australia tersebut. Sedangkan peningkatan jumlah partisipan Australia pada program magang Colombo Plan di perusahaan-perusahaan Indonesia juga menjadi salah satu pendekatan yang diharapkan dapat menjadi katalis dan perekat hubungan bisnis ke depan. ย 

"Program-program peningkatan business to business dan people to people contacts juga didesain guna peningkatan saling pemahaman antara kedua negara," imbuhnya.

Sementara itu, pasca serangan teroris di Paris, Menlu Bishop menggarisbawahi tentang perlunya peningkatan kerjasama dengan Indonesia dalam penanggulangan terorisme. Mengingat masalah ini merupakan ancaman bersama, kedua negara perlu lebih menegaskan tentang pencegahan dan pemberantasan terorisme baik di kawasan maupun di masing-masing negara. (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads