Begini Hasil Pencarian Polisi Terkait Warni dan Ibu Kandung Sander di Ambarawa

Sander Mencari Keluarga

Begini Hasil Pencarian Polisi Terkait Warni dan Ibu Kandung Sander di Ambarawa

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 23 Nov 2015 19:32 WIB
Begini Hasil Pencarian Polisi Terkait Warni dan Ibu Kandung Sander di Ambarawa
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Semarang - Pihak kepolisian pontang-panting mencari keluarga Sander Metz alias Budi Santoso (34), warga Belanda yang mencari saudaranya di Ambarawa, Jawa Tengah. Sander diharapkan datang ke Ambarawa segera agar bisa segera memastikan siapa keluarganya.

Kapolsek Ambarawa, AKP Mulyadi mengatakan, hari Kamis (19/11) lalu saat berita Sander mulai santer, pihaknya langsung berinisiatif berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Panjang. Kepolisian mencari Suwarni seperti yang tertera di dokumen milik Sander.

"Pembukaan database sama pak Camat ternyata Suwarni ada beberapa. Di sana ada 15 Suwarni. Ada yang di Desa Kupang, Kerajan, dan Kalipawon. Kami kerucutkan karena di media dia (sander) usia 34 tahun. Maka kita cari yang di atas 50 tahun," kata Mulyadi saat ditemui detikcom di kantornya, Senin (23/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Ambarawa AKP Mulyadi (Foto: Angling AP/detikcom)

Polisi akhirnya menemukan Suwarni (67) warga Desa Kalipawon RT 6 RW 5 yang memiliki cerita yang cukup nyambung dengan perjalanan adopsi Sander. Dari keterangan Suwarni, didapati pula Sumarah, adik Suwarni yang diduga ibu kandung Sander alias Budi Santoso.

Keduanya sempat dipanggil ke Mapolsek Ambarawa. Suwarni mengaku mengenali foto Sander kecil karena pernah merawatnya selama lima bulan sebelum akhirnya dititipkan oleh bapak kandungnya ke panti asuhan. Sedangkan Sumarah enggan mengakui itu anaknya karena merasa tidak enak.

"Pas banyak orang tidak mau bicara, pas sama saya, bu Sumarah bilang dia tidak pernah merawat tapi setelah sukses kok mau mengaku ibunya, enggak enak katanya," ujar Mulyadi.

Suwarni, Sumarah, dan Sander pernah berkomunikasi dan melakukan tes DNA melalui air liur yang dikirim via pos. Namun hasilnya negatif. Meski demikian belum diketahui apakah hasil tersebut valid.

"Tes DNA terakhir informasinya Agustus. Tapi itu kan tidak tahu yang dikirim air liur siapa," tegasnya.

Oleh sebab itu ia berharap Sander bisa datang ke Indonesia dan melakukan tes DNA dengan darah atau media lainnya. Pihak kepolisian siap membantu agar semuanya jelas.

"Kalau pengen valid harusnya datang ke sini. Misalnya ke RS Bhayangkara kan lebih jelas," pungkasnya.

Mulyadi juga sempat berkomunikasi langsung dengan Sander melalui aplikasi WhatsApp. Dalam komunikasi itu Sander mengaku pernah melakukan tes DNA dengan Sumarah namun negatif, ia pun mencari Suwarni lainnya dan juga Budi Rahayo.

"I did DNA test with Marah. It was negative. Are there more warni's in Ambarawa?? Are there more warni's live in Ambarawa or Budi Rahayo," tanya Sander kepada Kapolsek lewat Whatsapp.

Komunikasi dengan Sander ternyata tidak begitu lancar karena ketika Kapolsek meminta Sander datang langsung ke Ambarawa, dia tidak menyahut.

"Itu WA hari Sabtu kemarin, terus belum balas," tandasnya.

Suwarni, perempuan yang di Akta Kelahiran ditulis sebagai ibu Sander (Foto: Angling AP/detikcom)

Sementara itu Suwarni yang diduga kuat pengasuh Sander kecil juga berharap agar Sander mau datang ke Indonesia karena ia juga tidak ingin menduga-duga. Ia berharap situasinya segera jelas.

"Ya kalau bisa datang langsung ke sini biar jelas," tegas Suwarni. (alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads