"Tadi ditanyakan juga soal surat itu," kata anggota Komisi VII dari F-NasDem, Kurtubi, saat keluar dari Ruang Pansus C, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII Mulyadi ini berlangsung tertutup. Rapat ini merupakan rapat dengar pendapat Panja Migas dengan agenda utama soal audit Petral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibagikan surat itu, lalu ditanya (ke Dirut Pertamina) itu surat atau bukan. Kalau surat kan seharusnya ditandatangani," ucap Kardaya.
Dia menuturkan bahwa sejumlah anggota mempertanyakan apakah surat itu palsu atau tidak apabila tidak ada tanda tangannya. Namun, seperti diketahui, ada nama Setya Novanto tercetak di kop suratnya.
Lalu, apa tanggapan dari Dirut PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto?
"Tadi Pak Dirut, waduh bingung. Nanti saya cek," ujar politikus Gerindra itu menirukan perkataan Dwi. Β
Pertamina menerima surat pengantar dari pejabat atau katebelece atas nama Ketua DPR Setya Novanto 19 Oktober 2015 lalu. Belakangan, pihak Setjen DPR menyebut katebelece itu palsu. Novanto juga membantah membuat katebelece itu.
Isi katebelece yang diterima Pertamina itu soal permintaan bantuan terkait negosiasi kontrak antara Pertamina dengan PT Orbit Terminal Merak terkait penyimpanan BBM. Ternyata, KPK sedang menyelidiki kontrak tersebut. Kontrak itu bermasalah karena tarif penyewaan tanki PT Orbit Terminal Merak dinilai kemahalan dan tak wajar.
![]() |
Berikut isi lengkap katebelece tersebut:
(Logo DPR)
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
Drs Setya Novanto
Ketua DPR-RI
Jakarta, 17 Oct 2015
Kepada Yth
Bapak Dwi Soetjipto
Direktur Utama Pertamina
Dengan hormat,
Sesuai dengan pembicaraan terdahulu dan informasi dari Bapak Hanung Budya Direktur Pemasaran dan Niaga sekiranya kami dapat dibantu mengenai Addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan dan penyerahan bahan bakar minyak di terminal bahan bakar minyak antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Orbit Terminal Merak yang sudah diterima beberapa minggu lalu dan lampiran sebagai berikut:
1. Surat No 004/F10000/2015-S0 Tanggal 1 Juli Notulen Rapat Negosiasi Awal dengan PT. Orbit Terminal Merak.
2. Surat No 343/F10300/2015-S5 Tanggal 7 Juli 2015 Perihal Penyesuaian Kapasitas Tangki Timbun Orbit Tanking Merak.
3. Surat No 055/OT-JKT/VII/2015 Tanggal 27 Juli 2015 Penyesuaian Kapasitas Tangki Timbun PT. Orbit Terminal Merak.
4. Surat No 337/F10000/2015-S0 Tanggal 3 Agustus 2015 Review Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak.
5. Surat No 061/OT-JKT/VIII/2015 Tanggal 8 Agustus 2015 Tanggapan Review Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak
6. Surat No 357/F10000/2015-S0 Tanggal 14 Agustus 2015 Penurunan Thruput Fee Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak
7. Surat No 064/OT-JKT/VIII/2015 Tanggal 24 Agustus 2015 Tanggapan Penurunan Thruput Fee Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak.
8. Surat No 1036 - BUM/KMD/10/2015 Tanggal 07 Oktober 2015 Konfirmasi Kontrakan PT. Orbit Terminal Merak
Terimakasih atas perhatian Bapak (imk/tor)











































