Razia Kampanye Pilkada Sleman, Polisi Sita Airsoft Gun dan Puluhan Sajam

Razia Kampanye Pilkada Sleman, Polisi Sita Airsoft Gun dan Puluhan Sajam

Edzan Raharjo - detikNews
Senin, 23 Nov 2015 15:59 WIB
Razia Kampanye Pilkada Sleman, Polisi Sita Airsoft Gun dan Puluhan Sajam
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Sleman - Kampanye terbuka pilkada serentak di Kabupaten Sleman DIY diwarnai kericuhan. Polisi mengamankan puluhan senjata tajam dan menangkap dua orang pelaku.

Aksi perusakan mobil milik pengguna jalan terjadi di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman. Dua pengemudi di dalam mobil harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara, peserta kampanye terbuka pilkada di lapangan Dengung, Sleman, Minggu, (22/11/2015) kemarin, dirazia petugas. Polisi mengamankan puluhan senjata tajam, airsoft gun, dan minuman keras.

Kapolres Sleman, AKBP Faried Zulkarnain mengatakan kasus perusakan mobil di Jalan Damai oleh sekelompok masa masih dalam penyelidikan. Pihaknya sudah mendapatkan video perusakan untuk penyelidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harapkan korban melapor, sehingga kita bisa usut tuntas pelakunya," kata Faried di Mapolres Sleman, DIY, Senin (23/11/2015).

(Foto: Edzan Raharjo/detikcom)

Sementara hasil razia kampanye terbuka di Lapangan Dengung Sleman disita puluhan senjata tajam seperti pedang, besi, dan pentungan dari kayu. Selain itu juga ditemukan satu pucuk senjata airsoft gun dan minuman keras.

"Hanya 2 yang bisa tertangkap yang membawa sajam. Karena yang lain membuang sajamnya saat dirazia. Mereka bawa ini niatnya untuk bentrok," katanya.

Dua pelaku yang diamankan berinisial HB (39) warga Sleman dan AP (19) warga Bantul. Keduanya terbukti membawa sajam saat dirazia. Kedua pelaku dijerat Undang-undang Darurat dengan ancaman 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. Sementara massa yang lain membuang sajam di pinggir-pinggir lapangan dan selokan saat di razia.

Untuk miras, pihaknya telah memerintahkan seluruh Polsek untuk selalu melakukan razia miras saat kampanye. Karena miras sangat berbahaya dan seringkali menjadi penyebab terjadinya konflik. Pihaknya juga mengantisipasi mobilisasi masa dari luar Sleman. Terbukti peserta kampanye di Sleman ternyata bukan hanya orang Sleman. (try/try)


Berita Terkait