Sopir Angkot Mogok, Penumpang di Jl. Raya Bogor Terlantar
Kamis, 03 Mar 2005 17:46 WIB
Jakarta - Para sopir angkutan kota (angkot) trayek 37 jurusan Kampung Rambutan-Cisalak dan angkot trayek 41 jurusan Cibinong-Kampung Rambutan mogok. Akibatnya, para penumpang tampak terlantar di Jl. Raya Bogor, Jakarta Timur. Pemantauan detikcom/B>, Kamis (3/3/2005), aksi mogok para sopir angkot dua trayek ini dimulai pukul 11.00 WIB. Sampai pukul 16.00 WIB, aksi mogok itu juga masih mereka lakukan. Aksi ini digelar mereka, untuk menuntut kenaikan tarif angkota dengan segera, karena harga BBM sudah dinaikkan sejak 1 Maret lalu. Akibat sopir mogok, sampai pukul 16.00 WIB, di Jl. Raya Bogor hingga KM 33 memang tidak terlihat satu pun angkot dua trayek itu. Para penumpang yang jumlahnya ribuan juga tampak berjubel di pinggir-pinggir jalan. Karena lama menunggu tidak ada angkot tersebut, para penumpang sebagian terpaksa berjalan kaki menuju tempat tujuan mereka. Banyak juga yang akhirnya memasakan diri naik ojek, meski tarif yang harus dibayarnya jauh lebih mahal dibanding naik angkot. Sempat terlihat aksi menurunkan paksa para penumpang oleh para sopir angkot 37 dan 41 di KM 26 Jl. Raya Bogor itu. Para sopir yang mogok ini memberhentikan dengan paksa angkot 37 dan 41 yang masih membawa penumpang. Selanjutnya, para penumpangnya diminta turun. Bahkan, angkot 112 jurusan Depok-Kampung Rambutan yang tidak ikut aksi mogok juga diberhentikan dan penumpangnya disuruh turun. Sejumlah sopir itu tampak berteriak emosional, "Pecahin aja kacanya". Namun, tidak ada keributan saat kejadian itu terjadi.
(asy/)











































