"Jika bersalah, etikanya harus mundur. Harusnya Novanto itu meniru moralitas Bronwyn Bishop (eks Ketua DPR Australia, -red) yang mengundurkan diri hanya karena kritik publik atas sewa helikopter yang jumlah uangnya hanya 5 ribuan dolar Australia saja, setara 50 juta Rupiah," ujar Andi kepada detikcom, Senin (23/11/2015).
(Baca juga: Terdesak Skandal Sewa Helikopter, Ketua DPR Australia Akhirnya Mundur)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mengundurkan diri karena kecintaannya pada lembaga DPR yang harus tetap dijaga kehormatannya," imbuh Andi.
Poros Muda Partai Golkar juga meminta Novanto untuk mengakui suara yang ada pada rekaman adalah miliknya. Selain itu mengenai katebelece Pertamina juga harus dijelaskan secara gamblang.
"Jika Setya Novanto mengundurkan diri, beliau telah meletakkan sebuah kultur politik yang baik bagi para politisi bangsa ini. Bukankah secara politik beliau sudah kehilangan legitimasi baik di DPR maupun di mata publik?" ungkap Andi. (bag/yds)











































