Bahkan pada tanggal 20 November 2015, dalam kurun waktu 16 jam, Halmahera Barat diguncang gempa sebanyak 130 kali. Gempa tersebut berkekuatan 5 SR.
"Satu orang luka ringan akibat tertimpa bangunan di Desa Guaeria. Kerusakan rumah terjadi di dua desa yaitu Desa Bobanehena dan Desa Galala di Kecamatan Jailolo," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (22/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di Desa Galala sebanyak 15 unit rumah rusak ringan, 5 unit rumah rusak berat. Kemudian satu unit musala rusak sedang dan ruas jalan umum rusak berat.
"BPBD bersama SKPD terkait telah ke lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat serta penanganan sementara di lokasi terdampak," kata Sutopo.
Bupati Halmahera Barat Namto H Robat telah menetapkan SK Tanggap Darurat selama 14 hari terhitung sejak tanggal 21 November hingga 6 Desember 2015. Lokasi terdampak bencana yang cukup jauh menjadi kendala tersendiri bagi tim penolong.
"Aksesnya sulit dijangkau. Jumlah personil sangat terbatas. Kebutuhan mendesak adalah logistik berupa permakanan, dan bahan bangunan," tutupnya. (yds/bpn)











































