Ramainya perbincangan soal pencarian Sander di Belanda berawal dari status Twitter yang dibuat oleh jurnalis BNN-VARA, Pascal Vanenburg. "Retweet, karena siapa tahu bisa membantu," tulis Vanenburg yang diteruskan oleh lebih dari 500 pengguna Twitter.Β
Sander menyatakan sangat berterima kasih atas bantuan netizen yang ikut menyebarkan misinya mencari kakak bernama Budi Rahayu atau Budi Rahayo yang berusia sekitar 37 tahun. "Terima kasih kepada semua yang retweet. Ini sangat berarti buat saya. Tolong bantu sebarkan #sandersearch," tulis Sander dalam akun Twitter @santoso40.
Sejauh ini upaya Sander memang belum membuahkan hasil, meskipun pada pencarian kedua ini lebih banyak yang membantunya, termasuk kepolisian di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sander dilahirkan di Ambarawa lalu dibawa orangtua angkatnya ke Belanda.
Sebelumnya pada pencarian pertama pada Agustus 2015, Sander dibantu oleh Komunitas Ambarawa hingga menemukan Ibu Marah yang mengaku mengenal Warni, perempuan yang disebut sebagai ibu kandung Sander dalam akta kelahiran. Marah yang kini menetap di Karangjati, Jawa tengah, sudah mengirimkan sampel rambut dan kuku.
Marah menyebut pernah menitipkan bayinya kepada Warni untuk dibawa ke panti asuhan. Namun Sander harus menelan kecewa karena uji DNA menunjukkan ia tak punya hubungan darah dengan Marah. Kini Sander fokus pada upaya menemukan kakak lelakinya. (okt/okt)











































