JK Sindir Mahasiswa Rusuh dan 'Bela' Dana Bansos Rp 3 M untuk Kongres HMI

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Minggu, 22 Nov 2015 16:47 WIB
Foto: Muhammad Taufiqqurrahman
Pekanbaru - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pembukaan kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pekanbaru, Riau. JK menyindir mahasiswa yang berbuat rusuh dan anggap wajar sumbangan kepemudaan sebesar Rp 3 Miliar dari pemerintah provinsi Riau.

"Ya tentu sekali lagi saya katakan tadi, harus pakai akal sehat. Mungkin karena kurang cepat makan aja," ujar JK di Pekanbaru, Riau, Minggu (22/11/2015).

Soal sumbangan pemerintah Riau sebesar Rp 3 miliar kepada kongres HMI adalah wajar. Baginya dana peruntukan kepemudaan adalah hal yang wajar dan juga merupakan investasi daerah.

"Investasi bahwa bagaimana generasi muda itu mengetahui Riau, besok-besok mereka ini jadi pengusaha, jadi pemerintah ya kan pasti juga memberikan partisipasi dan ini bukan diberikan pribadi," terangnya.

"Ini kan semuanya juga membantu generasi muda seluruh indonesia. Bahwa generasi mudanya di sini HMI ya karena itu organisasi mahasiswa yang terbesar. Sama saja," sambungnya.

JK membantah bahwa dana untuk kongres HMI lebih besar daripada penanggulangan asap di Riau. JK menyebut dana untuk asap berjumlah lebih dari puluhan miliar.

"Pasti. Dan jangan lupa juga, pusat juga perlu membantu," kata JK.

Sementara itu, Ketua Umum PB HMI Arief Rosyid mengatakan jumlah peserta dan penggembira kongres yang berjumlah ribuah orang akan berefek pada perputaran ekonomi Riau.

"Ribuan orang ini akan menghabiskan uangnya di Riau untuk berbelanja jadi efeknya pada roda ekonomi Riau lebih bagus," terangnya.

Dirinya juga mengatakan telah mencarikan penginapan bagi para rombongam HMI yang belum mendapatkan penginapan.

Selain JK, acara kongres HMI ini juga dihadiri oleh sejumlah alumni HMI, seperti mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung, mantan Ketua MK Mahfud MD,  Menteri Agraria Ferry Mursyidan Baldan, Menteri PAN Yuddy Chrisnandi. Ada juga Menteri Ristek dan Dikti M Natsir, Menkominfo Ruddy Antara, dan Kepala Bappenas Sofjan Djalil.

(fiq/erd)