PM Jepang Protes Kereta Cepat, Jokowi Cuma Mengangguk

okw - detikNews
Minggu, 22 Nov 2015 16:27 WIB
Foto: Cahyo/setpres
Kuala Lumpur -

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyampaikan kekecewaannya terkait kekalahan negaranya dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kepada Presiden Joko Widodo. Pernyataan itu disampaikan Abe dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT ke-27 ASEAN, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (22/11/2015).

"Sejujurnya saya kecewa dengan hasilnya, karena Jepang memberikan proposal kereta cepat yang terbaik," kata Abe seperti ditirukan Deputi Kepala Sekretaris Kabinet Hiroshige Seko seperti dikutip JapanToday. Meski kecewa, Abe menyatakan Jepang tidak akan menghentikan kerja sama dalam proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Namun ia menekankan perlunya transparansi dalam prosedur penetapan proyek-proyek tersebut. Menurut Seko, Jokowi tak menanggapi pernyataan Abe tersebut. Jokowi, kata dia, hanya diam dan menganggukkan kepala.

Pemerintah memang akhirnya lebih memilih proposal dari Tiongkok karena tidak memakai jaminan dari pemerintah. Menurut Menteri BUMN Rini Soemarno, sejak awal Jokowi meminta proyek kereta cepat dijalankan tanpa melibatkan pemerintah.

"Sejak awal sudah dikatakan bahwa pemerintah tidak bisa melakukan proyek ini karena tak ada anggaran dan tak mau memberikan jaminannya," kata Rini. "Pemerintah bilang B to B, tidak ada jaminan pemerintah dan tidak ada anggaran pemerintah. Oleh karena itu, dari dua proposal itu, yang bisa penuhi syarat itu adalah Cina."

Usai pertemuan dengan Abe, Jokowi membantah ada pembahasan soal kereta cepat. "Enggak lah," kata Jokowi.  "Dengan Jepang tadi saya sampaikan, saya mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shinzo Abe yang besok saya akan menerima kurang lebih 1.000 businessman dan tokoh-tokoh penting dari Jepang."

(okt/okt)